alexametrics

Rekonsiliasi, Apersi Targetkan 200 Ribu Unit Rumah Subsidi

loading...
Rekonsiliasi, Apersi Targetkan 200 Ribu Unit Rumah Subsidi
DPP Apersi sepakat melakukan rekonsiliasi dan menargetkan membangun 200 ribu unit rumah bersubsidi. Foto/Dok.Apersi
A+ A-
JAKARTA - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) sepakat melakukan rekonsiliasi atas dua kepengurusan. Sebelumnya, terjadi perpecahan DPP Apersi di bawah kepengurusan Junaedi Abdillah dan Endang Kawidjaja.

Atas prakarsa kedua pihak dan difasilitasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kedua sepakat rekonsiliasi. Hasil pertemuan tersebut menyepakati dibentuknya tim rekonsiliasi dan penyatuan DPP Apersi. Tim rekonsiliasi bertugas membuat kesepakatan bersama guna mendetailkan seluruh opsi, menyusun langkah-langkah dan membicarakan seluruh rangkaian kerja penyatuan.

Ketua Umum DPP Apersi, Junaedi Abdillah mengatakan setelah rekonsiliasi, Apersi menargetkan membangun 200 ribu unit rumah bersubsidi di tahun 2018 ini. Menurut Junaedi, pasokan terbesar untuk rumah subsidi masih berada di Jawa Barat sebesar 49 ribu, Banten 21 ribu dan Jawa Timur sebesar 11 ribu unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Semua langkah rekonsiliasi ini sesuai pesan Pak Basuki Hadimuljono (Menteri PUPR) sebagai pembina organisasi Apersi. Beliau berpesan dan meminta kami bersatu kembali agar Apersi menjadi kesatuan organisasi yang besar dan kuat. Sehingga bisa berperan lebih optimal sebagai mitra pemerintah dalam mensukseskan program sejuta rumah," ujar Junaidi Abdillah dan Endang Kawidjaja dalam keterangan resmi, Rabu (14/3/2018).

Keduanya lantas sepakat melakukan langkah-langkah penyatuan sampai nanti terwujud dan terlembagakan penyatuan DPP Apersi secara bermartabat, legal, formal dan sesuai dengan AD/ART organisasi Apersi.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak