AS Bikin Rencana Obrak-abrik Persahabatan China dengan Rusia, Ini Targetnya
Kamis, 25 April 2024 - 10:33 WIB
loading...
Seorang pria berjalan melewati gedung Peoples Bank of China (PBOC) di Beijing, China, 25 Desember 2023. Foto/Jiang Qiming /China News Service
A
A
A
JAKARTA - Anggota parlemen Amerika Serikat (AS) sedang merancang sanksi yang menargetkan bank-bank China untuk mengganggu kerja sama Beijing yang berkelanjutan dengan Rusia . Hal itu terungkap berdasarkan laporan Wall Street Journal (WSJ) mengutip orang-orang yang mengetahui masalah ini.
Langkah-langkah baru tersebut dilaporkan bertujuan untuk memutus beberapa institusi keuangan China dari sistem keuangan global. Sanksi-sanksi yang dimaksud akan berfungsi sebagai pengaruh diplomatik untuk Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, yang akan mengunjungi China minggu ini.
Menurut sumber-sumber WSJ, Blinken berencana untuk menggunakan ancaman sanksi ini sebagai upaya terakhir jika dialog diplomatik gagal membujuk Beijing untuk mengekang ekspor terkait militer ke Rusia.
Baca Juga: Swiss Bekukan Aset Rusia Senilai Rp230 Triliun, Moskow Meradang
Dalam sebuah konferensi pers setelah pertemuan para menteri luar negeri G7 awal pekan ini, Blinken menyebut Tiongkok sebagai kontributor utama dalam operasi militer Rusia terhadap Kiev melalui penyediaan komponen-komponen penting untuk persenjataan.
"Kami melihat China berbagi peralatan mesin, semikonduktor, dan barang-barang penggunaan ganda lainnya yang telah membantu Rusia membangun kembali basis industri pertahanan," katanya dikutip dari Russia Today, Kamis (25/4/2024).
Pada Desember tahun lalu, Presiden AS Joe Biden mengeluarkan sebuah dekrit yang memungkinkan sanksi terhadap lembaga-lembaga keuangan asing yang terus berurusan dengan Rusia.
Langkah-langkah baru tersebut dilaporkan bertujuan untuk memutus beberapa institusi keuangan China dari sistem keuangan global. Sanksi-sanksi yang dimaksud akan berfungsi sebagai pengaruh diplomatik untuk Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, yang akan mengunjungi China minggu ini.
Menurut sumber-sumber WSJ, Blinken berencana untuk menggunakan ancaman sanksi ini sebagai upaya terakhir jika dialog diplomatik gagal membujuk Beijing untuk mengekang ekspor terkait militer ke Rusia.
Baca Juga: Swiss Bekukan Aset Rusia Senilai Rp230 Triliun, Moskow Meradang
Dalam sebuah konferensi pers setelah pertemuan para menteri luar negeri G7 awal pekan ini, Blinken menyebut Tiongkok sebagai kontributor utama dalam operasi militer Rusia terhadap Kiev melalui penyediaan komponen-komponen penting untuk persenjataan.
"Kami melihat China berbagi peralatan mesin, semikonduktor, dan barang-barang penggunaan ganda lainnya yang telah membantu Rusia membangun kembali basis industri pertahanan," katanya dikutip dari Russia Today, Kamis (25/4/2024).
Pada Desember tahun lalu, Presiden AS Joe Biden mengeluarkan sebuah dekrit yang memungkinkan sanksi terhadap lembaga-lembaga keuangan asing yang terus berurusan dengan Rusia.
Lihat Juga :