Serangan Laut Merah Bikin Biaya Pengiriman Melonjak 250 Persen

Kamis, 04 Januari 2024 - 15:50 WIB
loading...
A A A
Kepala eksekutif Helen Dickinson mengatakan, ini "sebagai akibat dari biaya transportasi dan asuransi pengiriman yang lebih tinggi". "Selama beberapa bulan mendatang, beberapa barang akan memakan waktu lebih lama untuk dikirim," tambahnya.

Sedagkan sekretaris jenderal International Chamber of Shipping, Guy Platten memperingatkan "kita tidak akan melihat dampak besar sampai nanti pada bulan Januari".

Sebagai informasi serangan itu dilakukan oleh milisi Houthi yang telah menyatakan dukungan untuk Hamas dan mengatakan pihaknya menargetkan kapal-kapal yang melakukan perjalanan ke Israel. Tidak jelas apakah semua kapal yang menjadi sasaran, benar-benar menuju ke Israel.

Akibat ancaman serangan tersebut, beberapa perusahaan pelayaran terbesar di dunia, termasuk Mediterranean Shipping Company dan Maersk, telah mengalihkan kapal ke rute yang jauh lebih panjang di sekitar Good Hope (Tanjung Harapan) Afrika dan kemudian ke sisi barat benua.

O'Brien mengatakan, situasi tersebut telah menyebabkan perusahaan pelayaran meningkatkan biaya kontainer. Untuk yang sudah dirasakan oleh Boxer Gifts adalah kenaikannya mencapai 250% untuk tarif pengiriman dalam dua minggu terakhir, katanya.

Perusahaan mengatakan, akan terus menyerap kenaikan biaya sebanyak mungkin, tetapi jika terus berlanjut maka harga bakal naik biaya harus diteruskan kepada konsumen. Selain itu penundaan juga menjadi masalah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Hindari Risiko Kerusakan...
Hindari Risiko Kerusakan Barang, Ini 7 Tips Packing dari J&T Cargo
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
Tekan Biaya Logistik,...
Tekan Biaya Logistik, ALDEI-ASDP Kolaborasi Perkuat Jalur Laut
Industri AMDK di Antara...
Industri AMDK di Antara Tekanan Energi dan Logistik, Menunggu Keberpihakan Negara
Layanan Kargo Haji Pos...
Layanan Kargo Haji Pos Indonesia Tuai Apresiasi Jemaah
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Pembatasan Operasional...
Pembatasan Operasional Truk Sumbu 3 saat Nataru 2026 Picu Kenaikan Biaya Logistik
Rekomendasi
Pernah Didiagnosis Depresi...
Pernah Didiagnosis Depresi Mayor, Saddam Permana Ceritakan Titik Terendah Hidupnya
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Road To Kilau Raya MNCTV...
Road To Kilau Raya MNCTV Siap Ajak Warga Klaten Joget dan Nyanyi Lagu-Lagu Viral
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Infografis
Kapal-Kapal Amerika...
Kapal-Kapal Amerika Serikat yang Diserang Houthi di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved