7 Calon Emiten Siap Melantai di Bursa, Intip Profil Singkatnya

Kamis, 04 Januari 2024 - 21:32 WIB
loading...
7 Calon Emiten Siap...
Awal tahun 2024 ini, pasar modal Indonesia akan diramaikan dengan pencatatan tujuh perusahaan baru di Bursa Efek Indonesia (BEI), berikut profil singkatnya dan dari sektor mana saja. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Awal tahun 2024 ini, pasar modal Indonesia akan diramaikan dengan pencatatan tujuh perusahaan baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) . Seluruh perusahaan tersebut berasal dari sektor yang beragam yakni, sektor konsumer siklikal, konsumer non siklikal, sektor bahan baku, sektor infrastruktur dan sektor energi.

1. PT Asri Karya Lestari Tbk

Asri Karya Lestari menjadi perusahaan pertama yang akan melantai di bursa pada tahun 2024 ini. Perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur ini akan tercatat di bursa dengan kode ASLI pada 5 Januari 2024.

Baca Juga: 30 Perusahaan Siap IPO di BEI, Ada 9 Raksasa dengan Aset di Atas Rp250 Miliar

Dalam aksi korporasi ini, perseroan menawarkan sebanyak 1,25 miliar saham atau 20,00% dari total modal ditempatkan dan disetor. Adapun, perseroan berpotensi meraup dana segar sebesar Rp125 miliar.

Perseroan menjalani kegiatan usaha utama di bidang konstruksi bangunan sipil jembatan, jalan layang, fly over dan underpass, serta konstruksi bangunan sipil jalan. Kegiatan usaha perseroan yang benar-benar dijalankan saat ini adalah general contractor khususnya dalam pekerjaan pondasi, erection, bekisting, dan pekerjaan jalan.

2. PT Citra Nusantara Gemilang Tbk

Pekan berikutnya yakni pada 8 Januari 2024, giliran PT Citra Nusantara Gemilang Tbk yang akan tercatat di bursa dengan kode CGAS. Perseroan merupakan calon emiten di sektor energi yang menjalani kegiatan usaha di bidang perdagangan dan distribusi gas alam.

Baca Juga: BEI Cetak Rekor IPO Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tercatat Ada 79 Emiten Baru di 2023

Perseroan menawarkan sebanyak 531,42 juta saham atau 30% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Dengan harga penawaran Rp338 per saham, perseroan bakal mendapatkan dana sebesar Rp179,62 miliar.

Sekitar 90% dana hasil penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) perseroan akan digunakan untuk pembayaran dalam rangka pembangunan LNG Station (Liquefied Natural Gas) di Galian Field Tambun Zone 7 Regional 2. Sementara sekitar 10% akan digunakan perseroan untuk modal kerja.

3. PT Adhi Kartiko Pratama

Keesokan harinya atau pada 9 Januari 2024, PT Adhi Kartiko Pratama bakal mencatatkan sahamnya dengan kode NICE. Perseroan masuk dalam sektor energi dan mengoperasikan pertambangan nikel.

Melalui gelaran IPO, perseroan akan mendapat dana sebesar Rp532,78 miliar. Di mana, perseroan menawarkan sebanyak 1,21 miliar saham nama milik PT Sungai Mas Minerals (SMM) dan PT Inti Mega Ventura disingkat PT IMEV (d/h PT Mitra Marina Internasional) (IMEV).

4. PT Multi Spunindo Jaya Tbk

Lalu pada 10 Januari 2024, dua perusahaan dijadwalkan melantai di bursa, salah satunya yakni PT Multi Spunindo Jaya Tbk yang akan tercatat dengan kode MSJA.

Multi Spunindo Jaya merupakan perusahaan yang memiliki kegiatan usaha utama di bidang industri nonwoven secara business to business (B2B), dengan memproduksi produk nonwoven sheet, yang kemudian digunakan sebagai salah satu bahan baku produk jadi di berbagai sektor mulai dari sektor kesehatan seperti pembalut, popok, masker, dan lainnya, hingga sektor konstruksi dan agrikultur.

Perseroan menawarkan sebanyak 882,35 juta saham atau 15% dari total modal ditempatkan dan disetor. Dengan harga penawaran Rp300 per saham, perseroan berpotensi meraup dana segar sebesar Rp264,70 miliar dari gelaran IPO ini.

5. PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk

Masih pada hari yang sama di 10 Januari 2024, ada PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk. yang akan melantai dengan kode saham SMLE. Sinergi Multi Lestarindo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan bahan kimia khusus untuk bahan baku makanan dan minuman, bahan baku perawatan diri, serta bahan baku kimia industri.

Sinergi Multi Lestarindo menawarkan sebanyak 465,62 juta saham atau 20,00% dari modal ditempatkan dan disetor. Serta, berpotensi meraup dana sebesar Rp81,48 miliar.

6. PT Manggung Polahraya Tbk

Satu hari setelahnya, PT Manggung Polahraya Tbk dan PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk akan secara bersamaan tercatat di bursa pada 11 Januari 2024. Manggung Polahraya akan tercatat dengan kode MANG.

Kegiatan usaha Manggung Polahraya meliputi jasa konstruksi dan pengadaan. Kemudian pada tahun 2018, perseroan melakukan pengembangan usaha yaitu perdagangan besar dan eceran, selanjutnya perseroan melakukan usaha utama dalam bidang jasa konstruksi gedung, pembangunan infrastruktur jalan, serta fasilitas produksi aspal hot mix dan beton ready mix.

Dalam gelaran IPO-nya, perseroan menawarkan sebanyak 762,50 juta saham atau 20,00% dari modal ditempatkan dan disetor dan berpeluang meraup dana segar sebesar Rp76,25 miliar.

7. PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk

Samcro Hyosung Adilestari tercatat di bursa pada 11 Januari 2024 yang akan memiliki kode emiten ACRO. Samcro Hyosung Adilestari menjalani kegiatan usaha di bidang industri dan perdagangan yang memproduksi berbagai macam produk berupa perekat hook dan loop/magic tape atau pita pengait rekat dan webbing tape. Hook dan loop merupakan alternatif pengganti kancing dan resleting.

Perseroan menawarkan sebanyak 693,82 juta saham atau 20,00% dari modal ditempatkan dan disetor. Dengan harga Rp108 per saham, perseroan bakal mengantongi dana sebesar Rp74,93 miliar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Rekomendasi
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Pernikahan Jennifer...
Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Digarap EO Milik Thariq Halilintar
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
Berita Terkini
Raih 3 Sertifikasi ISO,...
Raih 3 Sertifikasi ISO, Wavin Tegaskan Standar Global untuk Kualitas, Keberlanjutan, dan K3
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Memerah...
IHSG Ditutup Memerah ke Posisi 6.220, Ada 403 Saham Berjatuhan
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved