Perhiasan Limbah Kaca UMKM Binaan Pertamina Tembus Pasar Ekspor
Jum'at, 05 Januari 2024 - 13:53 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, untuk menghasilkan perhiasan pesanan dari para pelanggannya, dia berkolaborasi dengan para pengrajin perhiasan dan pengrajin asah batu di daerah Pasuruan, Jawa Timur. Hal ini dilakukan karena dibutuhkan keterampilan dan ketelitian untuk memilah, memotong, dan melakukan proses faceting pada kaca recycle untuk membentuknya menjadi seperti batu permata.
“Mereka mengerjakan dengan cara tradisional sehingga memungkinkan sekali bagi pelanggan untuk custom perhiasan yang mereka impikan. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberdayakan para pengrajin, sehingga usaha ini tidak hanya sekedar untuk mencari profit, tetapi juga memiliki misi sosial, ekonomi, dan lingkungan,” ujar wanita yang meneruskan usaha orang tuanya sejak tahun 2016.
Tidak hanya itu, Artistica Jewelry juga berkolaborasi dengan pemulung, panti asuhan, menerima magang dari SMK dan Universitas. UMKM ini juga bekerja sama dengan Diaspora, Disperindag, Dinkop, serta pihak lain untuk mendukung proses produksi dan memasarkan produknya secara lokal, internasional, dan melalui e-commerce luar negeri.
"Kolaborasi juga terjalin dengan UMKM seperti Khen Tenun (NTT) dan Lusee Bag Leather untuk menciptakan perhiasan dari sisa produksi," ujar Sieltje.
Konsep pemanfaatan limbah dan pemberdayaan kelompok UMKM ini menjadikan Artistica Jewelry sebagai pemenang ke-3 Pertapreneur Aggregator 2023. Program ini merupakan kompetisi proposal bisnis mitra binaan Pertamina, yang berdampak bagi komunitas dan lingkungan.
“Mereka mengerjakan dengan cara tradisional sehingga memungkinkan sekali bagi pelanggan untuk custom perhiasan yang mereka impikan. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberdayakan para pengrajin, sehingga usaha ini tidak hanya sekedar untuk mencari profit, tetapi juga memiliki misi sosial, ekonomi, dan lingkungan,” ujar wanita yang meneruskan usaha orang tuanya sejak tahun 2016.
Tidak hanya itu, Artistica Jewelry juga berkolaborasi dengan pemulung, panti asuhan, menerima magang dari SMK dan Universitas. UMKM ini juga bekerja sama dengan Diaspora, Disperindag, Dinkop, serta pihak lain untuk mendukung proses produksi dan memasarkan produknya secara lokal, internasional, dan melalui e-commerce luar negeri.
"Kolaborasi juga terjalin dengan UMKM seperti Khen Tenun (NTT) dan Lusee Bag Leather untuk menciptakan perhiasan dari sisa produksi," ujar Sieltje.
Konsep pemanfaatan limbah dan pemberdayaan kelompok UMKM ini menjadikan Artistica Jewelry sebagai pemenang ke-3 Pertapreneur Aggregator 2023. Program ini merupakan kompetisi proposal bisnis mitra binaan Pertamina, yang berdampak bagi komunitas dan lingkungan.
Lihat Juga :