Nyolong Ikan di Laut RI, Ganjar Siap Tenggelamkan Kapal Asing Ilegal

Selasa, 09 Januari 2024 - 21:53 WIB
loading...
Nyolong Ikan di Laut...
saat berdialog dengan nelayan Cilacap di kantor Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia atau HNSI Cilacap, Selasa (9/1/2024). FOTO/dok.SINDOnews
A A A
CILACAP - Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo berbicara mengenai praktik penangkapan ikan secara ilegal atau ilegal fishing yang terjadi di Indonesia. Ketika menjadi Presiden, dia berjanji akan mengatasi persoalan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Ganjar saat berdialog dengan nelayan Cilacap di kantor Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia atau HNSI Cilacap, Selasa (9/1/2024).

Baca Juga: Ganjar-Mahfud Mampu Selipkan Nuansa Entertainment Lewat Jaket Bomber

Ganjar mengatakan, laut Indonesia merupakan sebuah sektor yang sangat penting. Apalagi, Indonesia merupakan negara maritim.

“Kenapa kelautan kita penting? Pertama negara kita adalah negara maritim. Laut kita luas, budaya kita melaut luar biasa pulau kira banyak pariwisata banyak dan perikanan juga banyak,” ujar Ganjar.

Ganjar pun sangat menyoroti keamanan sektor laut Indonesia saat debat ketiga Pilpres, Minggu (7/1/2024) kemarin. Diketahui tema debat ketiga ialah Pertahanan, Keamanan Hubungan Internasional, Globalisasi, Geopolitik dan Politik Luar Negeri.

Menurut Capres yang identik dengan rambut putih ini, sektor laut Indonesia harus mendapatkan penjagaan ekstra karena praktik illegal fishing.

Saat menjadi Presiden, Ganjar pun akan kembali menenggelamkan kapal asing yang diketahui menangkap ikan di laut Indonesia secara ilegal.

“Laut sangat luas mesti dijaga, mesti karena catatan kami wabilkhusus perikanan juga diambil orang. Ada namanya penangkapan ikan secara ilegal, saya setuju dengan Bu Susi (mantan Menteri KKP) dulu. (Kalo) mencuri ilegal, tenggalamkan!,” tegas Ganjar.

Baca Juga: Berdampak Positif ke UMKM, Ganjar Ingin Hetero Space Jadi Program Nasional

Karena itulah, mantan Anggota DPR RI ini mengatakan alasan dirinya sangat ingin mengustkan pengawasan di sektor laut Indonesia. Salah satunya, akan menguatkan keamanan dari lembaga-lembaga terkait melalui satu komando dengan peralatan modern.

“Maka mesti ada patroli kekuatan. Ada dari kelautan, dari kementerian, dari TNI AL, dari Polairud, macem-macem yang ngurusin. Yang banyak dijadikan satu dan kita kuatkan aga kita lengkapi dengan perlatan yang modern,” tutur Ganjar.

Selain itu, dikatakan Ganjar bilamana keamanan laut Indonesia sudah terjamin maka akan memberikan rasa nyaman bagi para nelayan untuk mencari ikan.

“Amankan dulu, setelah aman nelayan mulai bisa mengeluarkan kekuatan untuk bisa memanfaatkan sumber dayanya,” pungkas Ganjar.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harris Tuding Trump...
Harris Tuding Trump 'Jual AS' ke China selama Jadi Presiden
Biden dan Trump Debat...
Biden dan Trump Debat Capres, IMF Ingatkan Utang AS Segunung
Menkeu Blak-Blakan Soal...
Menkeu Blak-Blakan Soal Siklus Penyusunan APBN 2024 di Sidang MK
Sri Mulyani Jadi Saksi...
Sri Mulyani Jadi Saksi Sengketa Pilpres di MK Jumat 5 April 2024
Sri Mulyani Siap Penuhi...
Sri Mulyani Siap Penuhi Panggilan MK Soal Sidang Sengketa Pilpres 2024
Jokowi Panggil Semua...
Jokowi Panggil Semua Menteri Bahas Program APBN Presiden Baru
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Wapres Filipina Sara...
Wapres Filipina Sara Duterte Maju sebagai Calon Presiden pada Pemilu 2028
Rekomendasi
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
10 Negara dengan Pria...
10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved