Harris Tuding Trump 'Jual AS' ke China selama Jadi Presiden

Rabu, 11 September 2024 - 15:00 WIB
loading...
Harris Tuding Trump...
Kamala Harris dan Donald Trump saling serang dalam debat Capres AS. FOTO/AP Photo
A A A
JAKARTA - Kamala Harris mengecam saingannya dalam pemilihan presiden, Donald Trump, karena tidak melindungi kepentingan Amerika terhadap China, dan mengecam pujiannya di depan umum terhadap pemimpin China, Xi Jinping selama pandemi global.

Di bawah kepresidenan Donald Trump, dia akhirnya menjual chip as ke China untuk membantu mereka meningkatkan dan memodernisasi militer mereka, kata Harris dalam debat yang disiarkan di televisi pada Selasa malam.

"Kebijakan mengenai China seharusnya memastikan bahwa AS memenangkan persaingan di abad ke-21," tambah Wakil Presiden Harris, mengklaim bahwa Trump 'menjual kita' selama masa jabatannya.

Baca Juga: Jelang Debat, Harris dan Trump Punya Strategi Berbeda

China telah menjadi target utama selama pemilu AS, dengan Trump bersumpah untuk memberlakukan tarif 60% dan pemerintahan Biden mengumumkan pungutan 100% untuk mobil listrik buatan China. Sejauh ini, Beijing telah menolak langkah apa pun yang dapat menjadi bumerang bagi negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini, dan tidak menjelaskan kandidat mana yang mereka sukai.

Sementara Trump menerapkan tarif lebih dari USD300 miliar barang-barang China sebagai presiden dan berusaha memblokir negara-negara untuk membeli peralatan Huawei Technologies Co. untuk jaringan 5G, sikap lawannya kurang diketahui setelah dia terlambat bergabung.

Debat tersebut memberi Harris kesempatan untuk menyempurnakan kebijakannya dalam komentar yang kemungkinan besar akan diawasi dengan ketat di Beijing. China adalah tema yang berulang dengan Harris yang menyindir Trump karena menunjukkan kekagumannya pada Xi, yang secara terbuka disebut Presiden Joe Biden sebagai diktator.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Rekomendasi
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Berita Terkini
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved