Bahas Energi Nuklir, Wapres Ingatkan Soal Peristiwa Chernobyl di Rusia dan Fukushima Jepang
Jum'at, 12 Januari 2024 - 07:53 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Wapres, perhatian masyarakat itu tentu tertuju pada faktor keamanan, sebab pernah terjadi peristiwa Chernobyl di Rusia dan Fukushima di Jepang. “Masalah yang masyarakat takut itu keamanan,” ucapnya.
“Saya kira pertama memang kita butuh mengantisipasi penolakan, kemudian pemerintah untuk mengambil langkah,” imbuh Wapres.
Meskipun demikian, ia menampung aspirasi besar dari MEBNI dan akan menyampaikannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Memang krusial karena 2060 harus zero (emisi) kan. Saya akan bicarakan dengan beliau [Presiden],” ujar Wapres.
Ketua Umum MEBNI Arnold Soetrisnanto pun menjelaskan, MEBNI adalah Masyarakat Energi Baru Nuklir Indonesia yang baru Maret tahun 2023 lalu dideklarasikan. “Dan harapan kami bisa mendorong dan mendukung program pemerintah yang terkait dengan energi nuklir. Dalam hal ini, energi nuklir dimanfaatkan dengan maksud damai, yaitu PLTN, bukan untuk senjata,” ucap Arnold.
Senada dengan MEBNI, Anggota Dewan Energi Nasional, Agus Puji Prasetyono menilai pembangunan PLTN sudah menjadi suatu keharusan dan tidak perlu ada dikotomi. Dia mengungkapkan, energi tidak mungkin akan cukup untuk mendorong ekonomi sebesar enam persen apabila tidak ada PLTN, sebab Indonesia sudah meratifikasi Nationally Determined Contribution (NDC) dan juga sudah menuju net zero emission pada 2060.
“Itu kita sudah stated di dunia internasional. Kalau tidak, mungkin beberapa produk ekspor kita tidak akan bisa diterima karena menggunakan energi yang kotor, energi yang penuh dengan emisi,” sebutnya.
“Saya kira pertama memang kita butuh mengantisipasi penolakan, kemudian pemerintah untuk mengambil langkah,” imbuh Wapres.
Meskipun demikian, ia menampung aspirasi besar dari MEBNI dan akan menyampaikannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Memang krusial karena 2060 harus zero (emisi) kan. Saya akan bicarakan dengan beliau [Presiden],” ujar Wapres.
Ketua Umum MEBNI Arnold Soetrisnanto pun menjelaskan, MEBNI adalah Masyarakat Energi Baru Nuklir Indonesia yang baru Maret tahun 2023 lalu dideklarasikan. “Dan harapan kami bisa mendorong dan mendukung program pemerintah yang terkait dengan energi nuklir. Dalam hal ini, energi nuklir dimanfaatkan dengan maksud damai, yaitu PLTN, bukan untuk senjata,” ucap Arnold.
Senada dengan MEBNI, Anggota Dewan Energi Nasional, Agus Puji Prasetyono menilai pembangunan PLTN sudah menjadi suatu keharusan dan tidak perlu ada dikotomi. Dia mengungkapkan, energi tidak mungkin akan cukup untuk mendorong ekonomi sebesar enam persen apabila tidak ada PLTN, sebab Indonesia sudah meratifikasi Nationally Determined Contribution (NDC) dan juga sudah menuju net zero emission pada 2060.
“Itu kita sudah stated di dunia internasional. Kalau tidak, mungkin beberapa produk ekspor kita tidak akan bisa diterima karena menggunakan energi yang kotor, energi yang penuh dengan emisi,” sebutnya.
Lihat Juga :