Ekonomi Babak Belur Dihantam Perang, Regulator Sekuritas Israel Rayu Investor AS

Jum'at, 12 Januari 2024 - 08:57 WIB
loading...
A A A
"Kami percaya ada peluang di Israel bahwa setelah perang, ekonomi akan tumbuh. Hal yang sama terjadi saat perang di masa lalu atau situasi militer di Israel dalam dua dekade terakhir. Dan sektor teknologi dalam kondisi sangat kuat," bebernya.

Ekonomi Israel diperkirakan akan mendapat dorongan, saat militer secara bertahap melepaskan lebih dari 300.000 warga Israel yang direkrut sebagai tentara cadangan. Wajib miliet membuat adanya kekurangan tenaga kerja, dimana banyak di antaranya berasal dari sektor teknologi tinggi yang memainkan peran penting.

Mengatur kecerdasan buatan (AI) dan meningkatkan kepatuhan dan penegakan hukum perusahaan juga merupakan fokus utama, ungkap Zinger. Ia mencatat bahwa undang-undang sekuritas Israel sudah berusia puluhan tahun dan tidak mencakum AI.

"Bagaimana kita bisa menggunakan teknologi AI untuk tujuan kita dan di sisi lain adalah sisi pasar dan apa cara terbaik untuk mengaturnya. Apa risiko yang kita hadapi?," katanya.

Pada saat yang sama, ISA ingin memperketat kemampuan penegakannya dengan memastikan pelaporan yang lebih baik oleh perusahaan dan membuat hukuman lebih cepat dan lebih kuat. "Kami merasa ada ruang untuk lebih merampingkan proses penegakan hukum," kata Zinger.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Israel Lepas Ketergantungan...
Israel Lepas Ketergantungan Dolar AS, Menerima Rp5.193 Triliun Sejak PD II
Barat Kalah Berani?...
Barat Kalah Berani? Kapal-kapal Asia Siap Terobos Selat Hormuz Lebih Dulu
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Balas Dendam Israel!...
Balas Dendam Israel! Iran Dibombardir Rudal Balistik Pasca Ketegangan
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
Rekomendasi
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
Solusi Tepat Menghadapi...
Solusi Tepat Menghadapi Situasi Mendadak dalam Perjalanan Bisnis
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Masih Dibuka hingga 11 Juni, Simak Jadwal Lengkapnya
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved