AS-Inggris Serang Yaman, Semakin Banyak Kapal Tanker Minyak Hindari Laut Merah
Sabtu, 13 Januari 2024 - 14:06 WIB
loading...
A
A
A
Kapal tanker Toya, Diyyinah-I, Stolt Zulu dan Navig8 Pride LHJ semuanya terlihat berbalik arah di tengah pelayaran untuk menghindari Laut Merah antara pukul 03.00 dan 07.30 GMT pada Jumat (12/1), menurut pelacakan kapal dari LSEG dan Kpler.
Lima kapal tanker minyak lainnya - Madarah Silver, Hafnia Thames, Free Spirit, Front Fusion, dan Gamsunoro - melakukan pengalihan rute atau menghentikan sementara pelayarannya pada hari Jumat. Harga minyak naik sekitar 2% pada pukul 15.42 GMT, setelah naik lebih jauh lagi di awal sesi dengan perdagangan minyak mentah Brent di atas USD80.
"Ketakutan di pasar minyak adalah bahwa wilayah ini berada pada jalur eskalasi yang tidak dapat diprediksi di mana pada suatu saat nanti, pasokan minyak pada akhirnya akan hilang," ujar Analis SEB Bjarne Schieldrop dikutip Reuters, Sabtu (13/1/2024).
Sejumlah perusahaan pelayaran dalam beberapa minggu terakhir memilih untuk menghindari wilayah Laut Merah karena risiko yang meningkat. Meskipun ada beberapa pengalihan kapal tanker, gangguan rantai pasokan sebagian besar terbatas pada industri pengiriman peti kemas sejak Houthi meningkatkan serangan maritim mereka pada bulan Desember. Lalu lintas kapal tanker minyak melalui Laut Merah tetap stabil bulan lalu.
Pengalihan sejauh ini berdampak pada jumlah tanker yang lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata harian Desember yang mencapai 76 tanker yang ada di Laut Merah bagian selatan dan Teluk Aden, seperti yang dihitung oleh layanan pelacakan MariTrace.
Lima kapal tanker minyak lainnya - Madarah Silver, Hafnia Thames, Free Spirit, Front Fusion, dan Gamsunoro - melakukan pengalihan rute atau menghentikan sementara pelayarannya pada hari Jumat. Harga minyak naik sekitar 2% pada pukul 15.42 GMT, setelah naik lebih jauh lagi di awal sesi dengan perdagangan minyak mentah Brent di atas USD80.
"Ketakutan di pasar minyak adalah bahwa wilayah ini berada pada jalur eskalasi yang tidak dapat diprediksi di mana pada suatu saat nanti, pasokan minyak pada akhirnya akan hilang," ujar Analis SEB Bjarne Schieldrop dikutip Reuters, Sabtu (13/1/2024).
Sejumlah perusahaan pelayaran dalam beberapa minggu terakhir memilih untuk menghindari wilayah Laut Merah karena risiko yang meningkat. Meskipun ada beberapa pengalihan kapal tanker, gangguan rantai pasokan sebagian besar terbatas pada industri pengiriman peti kemas sejak Houthi meningkatkan serangan maritim mereka pada bulan Desember. Lalu lintas kapal tanker minyak melalui Laut Merah tetap stabil bulan lalu.
Pengalihan sejauh ini berdampak pada jumlah tanker yang lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata harian Desember yang mencapai 76 tanker yang ada di Laut Merah bagian selatan dan Teluk Aden, seperti yang dihitung oleh layanan pelacakan MariTrace.
Lihat Juga :