AS-Inggris Serang Yaman, Semakin Banyak Kapal Tanker Minyak Hindari Laut Merah

Sabtu, 13 Januari 2024 - 14:06 WIB
loading...
AS-Inggris Serang Yaman,...
Semakin banyak kapal tanker menghindari Laut Merah setelah AS dan Inggris melancarkan serangan udara ke Yaman. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Semakin banyak kapal tanker menghindari Laut Merah setelah AS dan Inggris melancarkan serangan udara ke Yaman. Serangan-serangan tersebut dilakukan dari udara dan laut sebagai tanggapan atas serangan militan Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah sebagai jalur pelayaran vital bagi perdagangan global.

Perusahaan kapal tanker INTERTANKO dalam sebuah pernyataan melaporkan, Pasukan Maritim Gabungan (CMF) sebuah kemitraan maritim multinasional yang dipimpin oleh AS dari Bahrain telah memperingatkan semua kapal untuk menghindari Selat Bab al-Mandab di ujung selatan Laut Merah selama beberapa hari.

Houthi telah menargetkan kapal-kapal komersial sejak akhir tahun lalu dalam serangan-serangan yang menurut kelompok itu bertujuan untuk mendukung Palestina melawan serangan Israel yang menghancurkan di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas. Insiden-insiden tersebut terkonsentrasi di Selat Bab al-Mandab sebelah barat daya Semenanjung Arab.

Baca Juga: AS Terpukul Imbas Serangan di Laut Merah, Ekspor Anjlok Sampai 1,5%

Dalam tanda eskalasi lebih lanjut, Iran telah menyita sebuah kapal tanker dengan minyak mentah Irak yang ditujukan ke Turki. Insiden tersebut terjadi di dekat Selat Hormuz, antara Oman dan Iran, sebuah koridor pelayaran penting lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Rekomendasi
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Formula 1 Hungarian...
Formula 1 Hungarian Grand Prix 2026: Jadwal Lengkap dan Link Streaming di VISION+
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Berita Terkini
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
MNC Life, INKOPDIT dan...
MNC Life, INKOPDIT dan PANDAI Kolaborasi Perluas Akses Asuransi Jiwa bagi Anggota Koperasi Kredit
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Infografis
Hanya 2 Kapal Perusak...
Hanya 2 Kapal Perusak Angkatan Laut Inggris yang Bisa Beroperasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved