AS-Inggris Serang Yaman, Semakin Banyak Kapal Tanker Minyak Hindari Laut Merah

Sabtu, 13 Januari 2024 - 14:06 WIB
loading...
AS-Inggris Serang Yaman,...
Semakin banyak kapal tanker menghindari Laut Merah setelah AS dan Inggris melancarkan serangan udara ke Yaman. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Semakin banyak kapal tanker menghindari Laut Merah setelah AS dan Inggris melancarkan serangan udara ke Yaman. Serangan-serangan tersebut dilakukan dari udara dan laut sebagai tanggapan atas serangan militan Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah sebagai jalur pelayaran vital bagi perdagangan global.

Perusahaan kapal tanker INTERTANKO dalam sebuah pernyataan melaporkan, Pasukan Maritim Gabungan (CMF) sebuah kemitraan maritim multinasional yang dipimpin oleh AS dari Bahrain telah memperingatkan semua kapal untuk menghindari Selat Bab al-Mandab di ujung selatan Laut Merah selama beberapa hari.

Houthi telah menargetkan kapal-kapal komersial sejak akhir tahun lalu dalam serangan-serangan yang menurut kelompok itu bertujuan untuk mendukung Palestina melawan serangan Israel yang menghancurkan di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas. Insiden-insiden tersebut terkonsentrasi di Selat Bab al-Mandab sebelah barat daya Semenanjung Arab.

Baca Juga: AS Terpukul Imbas Serangan di Laut Merah, Ekspor Anjlok Sampai 1,5%

Dalam tanda eskalasi lebih lanjut, Iran telah menyita sebuah kapal tanker dengan minyak mentah Irak yang ditujukan ke Turki. Insiden tersebut terjadi di dekat Selat Hormuz, antara Oman dan Iran, sebuah koridor pelayaran penting lainnya.

Kapal tanker Toya, Diyyinah-I, Stolt Zulu dan Navig8 Pride LHJ semuanya terlihat berbalik arah di tengah pelayaran untuk menghindari Laut Merah antara pukul 03.00 dan 07.30 GMT pada Jumat (12/1), menurut pelacakan kapal dari LSEG dan Kpler.

Lima kapal tanker minyak lainnya - Madarah Silver, Hafnia Thames, Free Spirit, Front Fusion, dan Gamsunoro - melakukan pengalihan rute atau menghentikan sementara pelayarannya pada hari Jumat. Harga minyak naik sekitar 2% pada pukul 15.42 GMT, setelah naik lebih jauh lagi di awal sesi dengan perdagangan minyak mentah Brent di atas USD80.

"Ketakutan di pasar minyak adalah bahwa wilayah ini berada pada jalur eskalasi yang tidak dapat diprediksi di mana pada suatu saat nanti, pasokan minyak pada akhirnya akan hilang," ujar Analis SEB Bjarne Schieldrop dikutip Reuters, Sabtu (13/1/2024).

Sejumlah perusahaan pelayaran dalam beberapa minggu terakhir memilih untuk menghindari wilayah Laut Merah karena risiko yang meningkat. Meskipun ada beberapa pengalihan kapal tanker, gangguan rantai pasokan sebagian besar terbatas pada industri pengiriman peti kemas sejak Houthi meningkatkan serangan maritim mereka pada bulan Desember. Lalu lintas kapal tanker minyak melalui Laut Merah tetap stabil bulan lalu.

Pengalihan sejauh ini berdampak pada jumlah tanker yang lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata harian Desember yang mencapai 76 tanker yang ada di Laut Merah bagian selatan dan Teluk Aden, seperti yang dihitung oleh layanan pelacakan MariTrace.

"Namun, serangan AS dan Inggris di Yaman dapat menandai titik balik karena setidaknya untuk beberapa hari Selat Bab al-Mandab akan menjadi zona perang," kata kepala penelitian di Medco Shipbrokers yang berbasis di Spanyol, Alberto Ayuso Martin.

Baca Juga: AS dan Inggris Bombardir Yaman, Ini Reaksi Dunia Internasional

Grup kapal tanker minyak Denmark, Torm (TRMDa.CO) mengatakan mereka memutuskan untuk menghentikan sementara semua transit melalui Laut Merah bagian selatan. Perusahaan pelayaran Hafnia (HAFNI.OL) dan Stena Bulk juga mengatakan bahwa mereka akan menghindari Bab al-Mandab.

Perusahaan pelayaran peti kemas besar Maersk (MAERSKb.CO) dan Hapag Lloyd (HLAG.DE) menyambut baik langkah-langkah untuk mengamankan wilayah tersebut. Namun mereka tidak mengatakan apakah serangan AS dan Inggris akan cukup bagi mereka untuk kembali ke Terusan Suez, rute tercepat antara Asia dan Eropa yang menyumbang sekitar 12% lalu lintas peti kemas global.

Bulan lalu, perusahaan kapal tanker minyak Belgia, Euronav (EUAV.BR) mengatakan mereka akan menghindari wilayah Laut Merah sampai pemberitahuan lebih lanjut. Seorang juru bicara perusahaan mengatakan bahwa kebijakan tersebut tidak berubah.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Rekomendasi
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Piala Dunia 2026: Jepang...
Piala Dunia 2026: Jepang 2 Kali Koyak Gawang Tunisia di Babak Pertama
Berita Terkini
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved