Di Depan Kang Emil, Jokowi Singgung Dana Pemda Rp170 Triliun Mengendap di Bank

Selasa, 11 Agustus 2020 - 14:45 WIB
loading...
Di Depan Kang Emil,...
Presiden Jokowi didampingi Ketua Pelaksana KPCPEN Erick Thohir, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyaksikan langsung proses penyuntikan perdana uji klinis vaksin Covid
A A A
JAKARTA - Dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Jawa Barat (Jabar), Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung masalah realisasi anggaran pemerintah daerah (pemda) . Dia mengatakan, bahwa realisasi anggaran merupakan upaya yang dilakukan untuk mendorong agar pertumbuhan ekonomi menjadi positif.

“Oleh sebab itu saya minta kepada para gubernur, bupati/walikota agar yang namanya belanja APBD ini disegerakan untuk direalisasikan,” tuturnya, Selasa (11/8/2020).

(Baca Juga: Uang Pemda Mengendap di Bank Rp170 Triliun, Jokowi: Guede Sekali Ini )

Dia kembali menyinggung masih banyaknya dana pemda yang mengendap di Bank. Hal ini sempat disinggung Jokowi bulan lalu saat bertemu para gubernur di Istana Bogor, bahkan dari 2017 silam kebiasaan pemerintah daerah mengendapkan anggaran selalu menjadi perhatian.

“Secara nasional saya masih lihat anggaran-anggaran itu masih di bank. APBD masih Rp170 triliun di bank. Artinya penggunaannya memerlukan kecepatan terutama di kuartal ketiga ini,” ungkapnya.

Jokowi kembali menekankan, pentingnya realisasi belanja APBD di kuartal ketiga ini. Pasalnya saat ini adalah waktu yang menentukan nasib pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

“Sekali lagi Juli, Agustus September ini sangat menentukan. Begitu kita belanjakan sesegera mungkin, kemungkinan kita bisa kembali lagi ke positif itu ada peluang,” ujarnya.

(Baca Juga: Sri Mulyani Tekankan Efisiensi untuk Anggaran Tahun 2021 )

Sebelumnya, pada saat rapat koordinasi virtual Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito karnavian membeberkan perkembangan realisasi belanja di 34 provinsi. Dia mengatakan, rata-rata realisasi belanja nasional saat ini sebesar 47,36%. Sementara realisasi belanja rata-rata provinsi masih di kisaran 37,90%.

“Yang di atas rata-rata nasional hanya 5 provinsi yaitu DKI Jakarta 54,06%, Kalimantan Selatan 53,49%, Sumatera Barat 51,88%, Sulawesi Selatan 50,25% dan Gorontalo 48,81%,” ujar Tito.

Sementara itu untuk provinsi lainnya realisasi belanjanya masih di bawah rata-rata nasional. Di antara Bali 47,03%, Kepulauan Riau 43,97%, NTT 43,81%, Banten 43,76%, Kalimantan Tengah 41,94%, Kalimantan Utara 41,87% , dan Maluku 40,60%.

Selanjutnya Bangka Belitung 39,68%, Sulawesi Utara 38,81%, DI Yogyakarta 38,39%, Papua Barat 37,72%, Jawa Timur 37,46%, Sulawesi Tengah 36,59%, Bengkulu 35,63%, Riau 34,92%. Lalu Kalimantan Timur 34,43%, Sumatera Utara 34,02%, Sumatera Selatan 32,96, Jawa Tengah 32,69%, Lampung 31,77%, Jawa Barat 31,38%, NTB 30,70%, Aceh 30,09, Sulawesi Barat 29,12.

Kemudian Maluku Utara 28,98, Kalimantan Barat 25,98%, Jambi 25,91%, Sulawesi tenggara 24,56%, Papua 21,57%. Tito mengingatkan agar realisasi anggaran terus dimaksimalkan. Dengan begitu dapat menggenjot pemulihan ekonomi nasional.

“Realisasi diperlukan untuk mendukung pemulihan ekonomi. Karena dalam keadaan yang terkontraksi ekonomi maupun keuangan maka belanja pemerintah menjadi sumber utama. Jika uang tidak beredar karena tidak direalisasikan maka akan sulit mendukung pemulihan ekonomi,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Belanja Pegawai Pemda...
Belanja Pegawai Pemda Maksimal 30% dari APBD, Bakal Ada Pengurangan PPPK?
Itung-itungan Risiko...
Itung-itungan Risiko Utang Whoosh, Balik Modal Bisa Sampai 100 Tahun
Terganjal Utang Whoosh,...
Terganjal Utang Whoosh, AHY Blak-blakan soal Nasib Kereta Cepat Jakarta-Surabaya
Purbaya Disebut Temukan...
Purbaya Disebut Temukan Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Ini Penjelasan Kemenkeu
Jabat Dewan Penasihat,...
Jabat Dewan Penasihat, Jokowi Pidato di Bloomberg Economy Forum Hari Ini
Jokowi Sebut Whoosh...
Jokowi Sebut Whoosh Bukan Cari Laba, Purbaya: Ada Betulnya Sedikit
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Rekomendasi
Tanpa Somasi, Sarwendah...
Tanpa Somasi, Sarwendah Laporkan Akun Media Sosial yang Diduga Cemarkan Nama Baik
Polda Metro Jaya Jadwalkan...
Polda Metro Jaya Jadwalkan Periksa Awkarin Hari Ini Terkait Kasus Hanania Travel
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Berita Terkini
Seskab Teddy Beberkan...
Seskab Teddy Beberkan Keberhasilan Program Magang Nasional: 30% Peserta Langsung Kerja
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Tutup Akun Kredivo via...
Tutup Akun Kredivo via Link Sembarangan? Awas Risiko Phishing
Percepat Transisi Energi,...
Percepat Transisi Energi, Asiana Technologies Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
Magang Nasional 2026...
Magang Nasional 2026 Segera Dibuka, Kuota Peserta Capai 150 Ribu Orang
Tips MotionTrade: 4...
Tips MotionTrade: 4 Langkah Wajib Saat Terindikasi Penipuan Investasi
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved