Neraca Dagang RI Surplus USD36,93 Miliar, Tujuan Ekspor Terbesar ke China
Selasa, 16 Januari 2024 - 09:38 WIB
loading...
A
A
A
Sama seperti ekspor, secara volume, impor Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan yang positif sebesar 8,04% (yoy), sejalan dengan masih kuatnya permintaan domestik. Secara sektoral, impor barang modal dan barang konsumsi mencatatkan pertumbuhan positif, sementara impor bahan baku mengalami penurunan.
Baca Juga: Lebih Rendah dari 2022, Surplus Neraca Dagang RI di 2023 Capai USD36,93 Miliar
Impor terbesar Indonesia juga masih didominasi oleh China dan Jepang dengan share masing–masing 33,42% dan 8,84% terhadap total impor Indonesia. Tahun 2024, aktivitas ekonomi global diperkirakan masih akan menghadapi risiko dan ketidakpastian, tercermin pada proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi global oleh berbagai lembaga internasional yang juga diikuti oleh moderasi harga komoditas. Hal tersebut secara langsung akan memberikan pengaruh terhadap aktivitas perdagangan Indonesia di tahun 2024.
"Pemerintah akan terus memantau dampak perlambatan global terhadap ekspor nasional, serta menyiapkan langkah antisipasi melalui dorongan terhadap keberlanjutan hilirisasi SDA, peningkatan daya saing produk ekspor nasional, serta diversifikasi negara mitra dagang utama," tutup Febrio.
Baca Juga: Lebih Rendah dari 2022, Surplus Neraca Dagang RI di 2023 Capai USD36,93 Miliar
Impor terbesar Indonesia juga masih didominasi oleh China dan Jepang dengan share masing–masing 33,42% dan 8,84% terhadap total impor Indonesia. Tahun 2024, aktivitas ekonomi global diperkirakan masih akan menghadapi risiko dan ketidakpastian, tercermin pada proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi global oleh berbagai lembaga internasional yang juga diikuti oleh moderasi harga komoditas. Hal tersebut secara langsung akan memberikan pengaruh terhadap aktivitas perdagangan Indonesia di tahun 2024.
"Pemerintah akan terus memantau dampak perlambatan global terhadap ekspor nasional, serta menyiapkan langkah antisipasi melalui dorongan terhadap keberlanjutan hilirisasi SDA, peningkatan daya saing produk ekspor nasional, serta diversifikasi negara mitra dagang utama," tutup Febrio.
(nng)
Lihat Juga :