10 Tahun Lagi, Oxfam Sebut Bakal Lahir Orang Terkaya Pertama dengan Harta Triliunan Dolar
Selasa, 16 Januari 2024 - 12:47 WIB
loading...
A
A
A
"Kami memiliki lima miliarder teratas, mereka telah menggandakan kekayaan. Di sisi lain, hampir 5 miliar orang telah menjadi lebih miskin," kata Amitabh Behar dalam sebuah wawancara di Davos, Swiss.
“Tidak lama lagi, Oxfam memprediksi bahwa dunia akan memiliki seorang triliuner dalam satu dekade ke depan,” ujar Behar, merujuk pada seseorang yang memiliki kekayaan seribu miliar dolar.
“Padahal dibutuhkan waktu lebih dari 200 tahun untuk mengentaskan kemiskinan," ungkapnya.
Jika seseorang berhasil meraup kekayaan triliunan dolar, dan bisa jadi orang itu bahkan belum masuk ke dalam daftar orang terkaya saat ini, maka kekayaannya akan menyamai Arab Saudi, sebuah negara yang kaya minyak.
John D. Rockefeller, pemilik perusahaan Standard Oil, dianggap sebagai miliarder pertama di dunia pada tahun 1916. Manurut Oxfam, saat ini Elon Musk adalah orang terkaya di planet ini, dengan kekayaan pribadi yang mencapai hampir USD250 miliar (sekitar Rp3.887 triliun).
Sebaliknya, organisasi itu mengatakan, hampir 5 miliar orang telah menjadi lebih miskin sejak pandemi, dengan banyak negara berkembang di dunia tidak dapat memberikan dukungan keuangan yang dapat diberikan oleh negara-negara kaya selama kebijakan lockdown.
“Tidak lama lagi, Oxfam memprediksi bahwa dunia akan memiliki seorang triliuner dalam satu dekade ke depan,” ujar Behar, merujuk pada seseorang yang memiliki kekayaan seribu miliar dolar.
“Padahal dibutuhkan waktu lebih dari 200 tahun untuk mengentaskan kemiskinan," ungkapnya.
Jika seseorang berhasil meraup kekayaan triliunan dolar, dan bisa jadi orang itu bahkan belum masuk ke dalam daftar orang terkaya saat ini, maka kekayaannya akan menyamai Arab Saudi, sebuah negara yang kaya minyak.
John D. Rockefeller, pemilik perusahaan Standard Oil, dianggap sebagai miliarder pertama di dunia pada tahun 1916. Manurut Oxfam, saat ini Elon Musk adalah orang terkaya di planet ini, dengan kekayaan pribadi yang mencapai hampir USD250 miliar (sekitar Rp3.887 triliun).
Sebaliknya, organisasi itu mengatakan, hampir 5 miliar orang telah menjadi lebih miskin sejak pandemi, dengan banyak negara berkembang di dunia tidak dapat memberikan dukungan keuangan yang dapat diberikan oleh negara-negara kaya selama kebijakan lockdown.
Lihat Juga :