Konsisten dalam Bina Mitra, Hutama Karya Dorong UMKM Naik Kelas
Selasa, 11 Agustus 2020 - 17:23 WIB
loading...
A
A
A
Agrobisnis Kacang Edamame telah menjadi mitra binaan Hutama Karya sejak tahun 2017 lalu. UMKM ini berlokasi di Desa Padirhalan Kecamatan Cisarua, Kabupaten Barat. Anto Suprianto Jono, pemilik usaha ini menceritakan bahwa ia mengawali usahanya pada tahun 2012 dimana ia terinspirasi untuk menanam sayuran yang belum ada di sekitaran Lembang yaitu kacang edamame.
Awalnya ia merasa ragu dengan usaha ini karena produksi benih edamame masih dianggap tabu oleh masyarakat sehingga ia memutuskan untuk menyewa lahan seluas 2 hektaruntuk produksi awal dan pengenalan sayuran ini.
Setelah mendapatkan respon yang cukup positif dari masyarakat, ia kemudian tak lagi menyewa lahan namun mengimplementasikan sistem plasma dimana petani yang telah mempunyai lahan, ia kasih benih yang selanjutnya jika telah panen akan ia beli kembali.
![Konsisten dalam Bina Mitra, Hutama Karya Dorong UMKM Naik Kelas]()
Saat ini hasil panen dari bisnis edamame dengan total 11 pekerja ini telah di supply ke berbagai daerah di pulau Jawa seperti Bandung, Depok, Cimahi, Tanggerang, hingga Jakarta.
“Kami ingin berterima kasih kepada Hutama Karya atas pinjaman modal usaha melalui program kemitraannya kepada kami. Di mana hasil penyaluran bantuan modal usaha tersebut telah meningkatkan kapasitas produksi dan omzet kami hingga dua kali lipat.
Semoga Hutama Karya dapat terus bersinergi memajukan UMKM di Indonesia,” tutur Anto.
Selain Agrobisnis Edamame, UMKM lainnya yang sukses setelah menjadi mitra binaan Hutama Karya adalah Maradeca Home Industry yang merupakan usaha produksi biji kopi. Industri rumahan yang berlokasi di Kecamatan Panyileukan, Bandung, Jawa Barat ini awalnya mampu memproduksi 70 kg biji kopi per bulan.
Evrian Kharisma yang merupakan pemilik Toko Kopi Maradeca ini mengatakan bahwa Maradeca artinya merdeka yang berasal dari Bahasa Bugis. Pada tahun 2012 2016, ia merupakan seorang petani kopi yang menanam dan merawat tanaman kopi sendiri. Kemudian pada tahun 2017, ia masuk ke dunia bisnis dengan menjadi pebisnis ritel biji kopi. Selang dua tahun berlalu, sepak terjang Evri di dunia bisnis ritel, ia memutuskan untuk membuka toko sendiri untuk mendistribusikan produk kopinya. Sehingga, pada tahun 2019 ia berhasil mendirikan toko kopi sendiri dengan produk utamanya adalah kopi bubuk.
Awalnya ia merasa ragu dengan usaha ini karena produksi benih edamame masih dianggap tabu oleh masyarakat sehingga ia memutuskan untuk menyewa lahan seluas 2 hektaruntuk produksi awal dan pengenalan sayuran ini.
Setelah mendapatkan respon yang cukup positif dari masyarakat, ia kemudian tak lagi menyewa lahan namun mengimplementasikan sistem plasma dimana petani yang telah mempunyai lahan, ia kasih benih yang selanjutnya jika telah panen akan ia beli kembali.
.jpg)
Saat ini hasil panen dari bisnis edamame dengan total 11 pekerja ini telah di supply ke berbagai daerah di pulau Jawa seperti Bandung, Depok, Cimahi, Tanggerang, hingga Jakarta.
“Kami ingin berterima kasih kepada Hutama Karya atas pinjaman modal usaha melalui program kemitraannya kepada kami. Di mana hasil penyaluran bantuan modal usaha tersebut telah meningkatkan kapasitas produksi dan omzet kami hingga dua kali lipat.
Semoga Hutama Karya dapat terus bersinergi memajukan UMKM di Indonesia,” tutur Anto.
Selain Agrobisnis Edamame, UMKM lainnya yang sukses setelah menjadi mitra binaan Hutama Karya adalah Maradeca Home Industry yang merupakan usaha produksi biji kopi. Industri rumahan yang berlokasi di Kecamatan Panyileukan, Bandung, Jawa Barat ini awalnya mampu memproduksi 70 kg biji kopi per bulan.
Evrian Kharisma yang merupakan pemilik Toko Kopi Maradeca ini mengatakan bahwa Maradeca artinya merdeka yang berasal dari Bahasa Bugis. Pada tahun 2012 2016, ia merupakan seorang petani kopi yang menanam dan merawat tanaman kopi sendiri. Kemudian pada tahun 2017, ia masuk ke dunia bisnis dengan menjadi pebisnis ritel biji kopi. Selang dua tahun berlalu, sepak terjang Evri di dunia bisnis ritel, ia memutuskan untuk membuka toko sendiri untuk mendistribusikan produk kopinya. Sehingga, pada tahun 2019 ia berhasil mendirikan toko kopi sendiri dengan produk utamanya adalah kopi bubuk.
Lihat Juga :