BPH Migas Tegaskan Pembangunan Cisem Segera Terwujud
Selasa, 11 Agustus 2020 - 18:19 WIB
loading...
A
A
A
"Saya tidak mendesak, tapi memaksa, agar ada putusan hari ini, kalau ada pihak-pihak yang mencoba menghambat terbuka saja dengan saya, saya tunggu hasilnya hari ini juga," tegas Ganjar.
Ganjar menambahkan jika jaringan pipa gas bumi ini bisa selesai mengalir di beberapa kawasan industri yang disiapkan seperti kawasan industri Kendal, kawasan industri Batang dan Kawasan industri Wijayakusuma akan bisa membantu industri karena lebih ramah lingkungan.
Kepala BPH Migas menjelaskan, dengan adanya supply gas bumi dari PGN dengan kesepakatan pengangkutan gas bumi serta permintaan dari beberapa industri Jawa Tengah seperti di Kendal dan Batang yang sudah siap, diharapkan pembangunan konstruksi pipa gas bumi ini dapat dilanjutkan.
"PT Rekind sudah kami panggil sejak tahun 2017, 2018 masih siap menyatakan melanjutkan, kalau pada saat itu Rekind tidak sanggup melanjutkan akan kita minta ulang lagi," jelas Ifan, Sapaannya.
Ifan menuturkan jika jaringan pipa gas bumi ini terbangun maka pertumbuhan ekonomi kawasan akan berjalan dan bisa menumbuhkan perekonomian disisi lain penggunaan gas bumi juga lebih murah.
Sedangkan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno mengungkapkan, sumber gas di Indonesia cukup melimpah, karena itu harus bisa dimanfaatkan dengan baik, dan Komisi VII DPR RI akan mendesak terus supaya proyek nasional ini segera berjalan, apalagi sudah ada pemenang tendernya, jika ada kendala segera komunikasikan akan dibantu.
“Jika memang ada hambatan, ada keterlambatan, ada permasalahan, kita ingin semua pemangku kepentingan untuk duduk bersama mencari solusi. Komisi VII DPRRI bisa memfasilitasi, kita cari jalan terbaik. Yang dibutuhkan keberhasilan pipa gas ruas transmisi Cirebon-Semarang (Cisem) yg ada success story untuk kita duplikasi untuk trans Jawa, Sumatra, Kalimantan dan lain-lain,” jelas Eddy Soeparno.
"Kami berharap proyek ini segera dilaksanakan, karena dengan proyek jalur Gas Cisem ini pertumbuhan ekonomi akan segera terlihat dan saya yakin industri juga segera akan tumbuh," pungkasnya.
Ganjar menambahkan jika jaringan pipa gas bumi ini bisa selesai mengalir di beberapa kawasan industri yang disiapkan seperti kawasan industri Kendal, kawasan industri Batang dan Kawasan industri Wijayakusuma akan bisa membantu industri karena lebih ramah lingkungan.
Kepala BPH Migas menjelaskan, dengan adanya supply gas bumi dari PGN dengan kesepakatan pengangkutan gas bumi serta permintaan dari beberapa industri Jawa Tengah seperti di Kendal dan Batang yang sudah siap, diharapkan pembangunan konstruksi pipa gas bumi ini dapat dilanjutkan.
"PT Rekind sudah kami panggil sejak tahun 2017, 2018 masih siap menyatakan melanjutkan, kalau pada saat itu Rekind tidak sanggup melanjutkan akan kita minta ulang lagi," jelas Ifan, Sapaannya.
Ifan menuturkan jika jaringan pipa gas bumi ini terbangun maka pertumbuhan ekonomi kawasan akan berjalan dan bisa menumbuhkan perekonomian disisi lain penggunaan gas bumi juga lebih murah.
Sedangkan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno mengungkapkan, sumber gas di Indonesia cukup melimpah, karena itu harus bisa dimanfaatkan dengan baik, dan Komisi VII DPR RI akan mendesak terus supaya proyek nasional ini segera berjalan, apalagi sudah ada pemenang tendernya, jika ada kendala segera komunikasikan akan dibantu.
“Jika memang ada hambatan, ada keterlambatan, ada permasalahan, kita ingin semua pemangku kepentingan untuk duduk bersama mencari solusi. Komisi VII DPRRI bisa memfasilitasi, kita cari jalan terbaik. Yang dibutuhkan keberhasilan pipa gas ruas transmisi Cirebon-Semarang (Cisem) yg ada success story untuk kita duplikasi untuk trans Jawa, Sumatra, Kalimantan dan lain-lain,” jelas Eddy Soeparno.
"Kami berharap proyek ini segera dilaksanakan, karena dengan proyek jalur Gas Cisem ini pertumbuhan ekonomi akan segera terlihat dan saya yakin industri juga segera akan tumbuh," pungkasnya.
Lihat Juga :