Ekonomi AS Melaju Kencang, Makin Jauh Tinggalkan China

Minggu, 28 Januari 2024 - 11:17 WIB
loading...
A A A
Pada awal tahun lalu, AS secara luas digadang-gadang akan jatuh ke dalam resesi karena Federal Reserve (FED) menaikkan suku bunga untuk memerangi momok inflasi yang belum pernah terjadi selama beberapa dekade.

Pemulihan yang sangat cepat karena negara ini membuka kembali ekonominya sepenuhnya untuk perdagangan setelah penguncian yang ketat untuk memerangi penyebaran COVID-19. Data PDB yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan ekonomi AS mengakhiri tahun ini dengan gemilang, tumbuh 3,3% secara riil, disesuaikan dengan inflasi di kuartal IV setelah tumbuh 4,9% di kuartal III. Inflasi sedang dalam perjalanan kembali ke target 2% Fed dan kekhawatiran akan resesi memudar.

Krisis Properti

Sebaliknya, China sedang berjuang di bawah beban krisis real estat yang berlangsung selama bertahun-tahun dan deflasi terburuk dalam 25 tahun terakhir. Ekspor yang dulunya merupakan pilar penting pertumbuhan menurun pada 2023, pengangguran di kalangan anak muda melonjak, dan pemerintah daerah dibebani dengan terlalu banyak utang.

Meskipun angka-angka pemerintah menunjukkan bahwa ekonomi memenuhi target pertumbuhan tahunan pemerintah, dengan pertumbuhan 5,2% pada tahun 2023, ada kecurigaan bahwa itu bukanlah gambaran sebenarnya dari apa yang sedang terjadi. Yang pasti, PDB nominal bukan satu-satunya cara untuk mengukur ukuran ekonomi suatu negara.

Para ekonom juga menggunakan sesuatu yang disebut paritas daya beli, yang mencoba memperhitungkan perbedaan harga antar negara untuk barang atau jasa yang sama. Atas dasar itu, China menyalip AS sekitar tahun 2016.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Rekomendasi
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved