Tarif Whoosh Bakal Dinamis Bulan Depan, Kelas Premium Ekonomi Mulai Rp150 Ribu
Senin, 29 Januari 2024 - 08:28 WIB
loading...
KCIC akan menerapkan skema tarif dinamis untuk perjalanan kereta cepat Whoosh mulai 3 Februari 2024. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan menerapkan skema tarif dinamis (dynamic pricing) untuk perjalanan Whoosh yang lebih fleksibel mulai 3 Februari 2024. Melalui mekanisme tersebut tarif kereta cepat kelas premium ekonomi berkisar Rp150 ribu, Rp175 ribu, Rp200 ribu, Rp225 ribu, hingga Rp250 ribu.
"Dalam skema baru ini dimungkinkan dalam satu hari terdapat beberapa tarif yang berbeda untuk perjalanan Whoosh," ujar General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa dalam pernyataan resmi, Senin (29/1/2024).
Baca Juga: Duh! Penumpang Sering Ketinggalan Barang di Whoosh, Nilainya Setengah Miliar
Menurut dia skema dynamic pricing memungkinkan penumpang mendapatkan tiket dengan harga yang lebih hemat bila melakukan perjalanan di waktu tertentu. Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan dynamic pricing diantaranya jam sibuk (peak hour) atau jam non sibuk (off peak hour), momen liburan (high season) atau non liburan (low season), atau hari kerja ataupun akhir pekan.
Pada high season atau peak hour akan ditawarkan tarif yang lebih tinggi, sebaliknya pada momen off peak akan ditawarkan tarif yang lebih murah. Penumpang diberikan alternatif perjalanan dengan tarif yang berbeda-beda menyesuaikan dengan kebutuhan, keinginan dan daya beli.
"Dalam skema baru ini dimungkinkan dalam satu hari terdapat beberapa tarif yang berbeda untuk perjalanan Whoosh," ujar General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa dalam pernyataan resmi, Senin (29/1/2024).
Baca Juga: Duh! Penumpang Sering Ketinggalan Barang di Whoosh, Nilainya Setengah Miliar
Menurut dia skema dynamic pricing memungkinkan penumpang mendapatkan tiket dengan harga yang lebih hemat bila melakukan perjalanan di waktu tertentu. Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan dynamic pricing diantaranya jam sibuk (peak hour) atau jam non sibuk (off peak hour), momen liburan (high season) atau non liburan (low season), atau hari kerja ataupun akhir pekan.
Pada high season atau peak hour akan ditawarkan tarif yang lebih tinggi, sebaliknya pada momen off peak akan ditawarkan tarif yang lebih murah. Penumpang diberikan alternatif perjalanan dengan tarif yang berbeda-beda menyesuaikan dengan kebutuhan, keinginan dan daya beli.
Lihat Juga :