Jujur, Emil Dardak Akui Ada Masalah dalam Penyaluran Bansos di Jatim

Rabu, 12 Agustus 2020 - 14:48 WIB
loading...
Jujur, Emil Dardak Akui...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Besaran jumlah dan data penerima bantuan sosial (bansos) masih tumpang tindih di daerah. Seperti yang terjadi di Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengatakan, ada 3,8 keluarga penerima kartu sembako/BPNT yang memperoleh maksimal Rp200 ribu per bulan. Kemudian, sebanyak 1,4 juta di luar dari 3,8 juta tersebut memperoleh Rp600 ribu per bulan selama 3 bulan, dan berlanjut sampai Desember Rp300 ribu per bulan.

Namun, Emil menambahkan, penyaluran bansos menjadi kurang efektif. Termasuk bansos untuk penanganan Covid-19 dari pemerintah pusat. Pasalnya, data nomor induk kependudukan (NIK) dari penerima bansos tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. ( Baca juga:Jumlah TPS Pilkada Serentak di Jatim Mencapai 48.464 Unit )

"Ternyata banyak NIK yang masuk ke data penerima bansos. Begitu kita cek NIK-nya tidak ada di database. Karena mungkin dulu ketika ditulis atau diketik, itu salah. Nah ini kan jadi pertanyaan. Lalu bantuannya ini sampai ke siapa sebenarnya," ungkap Emil
dalam diskusi virtual, Rabu (12/8/2020).

Dia menambahkan, Pemprov Jatim bersama dengan KPK, BPKP, dan Kejaksaan Agung tengah menyusun data penerima bansos yang tepat sasaran. Nantinya data ini bisa dipertanggungjawabkan.

"Kita mengintervensi berbasis kartu keluarga (KK). Kalau misalnya keluarga ini bisa kita identifikasi, kita bisa tahu apakah di satu KK ini ada bantuan yang tumpang tindih. Ini banyak sekali. Karena bantuan tentunya tidak unlimited, maka kita prioritaskan pada keluarga yang belum pernah mendapatkan," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
IDX Jawa Timur dan MNC...
IDX Jawa Timur dan MNC Asset Management Gelar Sekolah Pasar Modal Reksa Dana
MNC Asset dan Bank Neo...
MNC Asset dan Bank Neo Commerce Gelar Seminar Investasi di Malang Bertajuk 'Strategic Outlook: Preserving & Growing Wealth in Volatile Markets'
Belanja Pemerintah per...
Belanja Pemerintah per Januari 2026 Tembus Rp227,4 Triliun, Buat Apa?
Paket Stimulus Ekonomi...
Paket Stimulus Ekonomi I-2026: Bansos Rp17,5 Triliun Bakal Cair Sebelum Lebaran
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Lengkapi Berkas Perkara...
Lengkapi Berkas Perkara Tersangka Anwar Sadad, KPK Periksa 6 Saksi
Cek Jadwal dan Kuota...
Cek Jadwal dan Kuota Jalur Prestasi SPMB Jatim 2026, Ada Golden Ticket
Rekomendasi
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Australia Tumbangkan...
Australia Tumbangkan Turki 2-0, Socceroos Kirim Ancaman di Piala Dunia 2026
Polisi Sebut Aksi Unjuk...
Polisi Sebut Aksi Unjuk Rasa BEM UI di Bundaran HI Tak Sesuai Aturan
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved