IKN Disebut Sepi Investor, Kepala Otorita: Investasi Swasta Sudah Masuk Rp35,9 T
Selasa, 30 Januari 2024 - 20:56 WIB
loading...
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono melaporkan, investasi dari sektor swasta yang masuk ke IKN per akhir Januari sudah mencapai Rp35,9 triliun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono melaporkan, investasi dari sektor swasta yang masuk ke IKN per akhir Januari sudah mencapai Rp35,9 triliun. Ia menjelaskan, realisasi investasi ini ditandai dengan 4 groundbreaking yang sudah dilakukan pada bulan September, November, Desember 2023, dan Januari 2024 yang lalu.
Terdapat 8 sektor utama yang dibangun seperti hotel, hunian PNS, ritel, logistik, perkantoran, pendidikan, kesehatan, energi, transportasi, serta area hijau. Baca Juga: Pembangunan IKN Digeber Demi Upacara 17 Agustus, Berikut Progres Terbarunya
"Ini membuktikan komitmen kami untuk terus bekerja mewujudkan Ibukota Nusantara sebagai kota yang layak huni dan dicintai atau livable and loveable city," ujar Bambang saat konferensi pers di Kantor Kemenkominfo, Selasa (30/1/2024).
Baca Juga: Badan Otorita Kejar Target Investasi Rp40 Triliun Lebih Masuk ke IKN Tahun Ini
Lebih lanjut, Bambang merinci investasi Rp35,9 triliun itu terdiri dari 6 investor swasta yang akan membangun hotel, 5 investor membangun hunian, 8 investor swasta - BUMN membangun ritel dan logistik.
Terdapat 8 sektor utama yang dibangun seperti hotel, hunian PNS, ritel, logistik, perkantoran, pendidikan, kesehatan, energi, transportasi, serta area hijau. Baca Juga: Pembangunan IKN Digeber Demi Upacara 17 Agustus, Berikut Progres Terbarunya
"Ini membuktikan komitmen kami untuk terus bekerja mewujudkan Ibukota Nusantara sebagai kota yang layak huni dan dicintai atau livable and loveable city," ujar Bambang saat konferensi pers di Kantor Kemenkominfo, Selasa (30/1/2024).
Baca Juga: Badan Otorita Kejar Target Investasi Rp40 Triliun Lebih Masuk ke IKN Tahun Ini
Lebih lanjut, Bambang merinci investasi Rp35,9 triliun itu terdiri dari 6 investor swasta yang akan membangun hotel, 5 investor membangun hunian, 8 investor swasta - BUMN membangun ritel dan logistik.
Lihat Juga :