Jokowi Apresiasi Layanan Peserta JKN di RSUP dr Soeradji Klaten
Rabu, 31 Januari 2024 - 19:41 WIB
loading...
A
A
A
"Layanan JKN ini hadir untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak terkecuali masyarakat di Kabupaten Klaten. Bahkan pasien di RSUP dr. Soeradji sendiri rata-rata adalah peserta JKN," tutur Ghufron.
Ghufron mengatakan bahwa saat ini jumlah peserta JKN telah mencapai 267,3 juta atau 95,75 persen dari total penduduk Indonesia. Sedangkan jumlah peserta JKN di Kabupaten Klaten per 1 Januari 2024 telah mencapai 1,27 juta atau 98,28 persen dari keseluruhan jumlah penduduk.
"Untuk melayani peserta JKN di Kabupaten Klaten, BPJS Kesehatan telah menjalin kerja sama dengan 137 FKTP dan 15 FKRTL. Kami terus berupaya untuk meningkatkan layanan JKN di Kabupaten Klaten melalui Janji Layanan JKN yang sudah diterapkan di seluruh fasilitas kesehatan, termasuk di RSUP dr. Soeradji," katanya.
Dia menjelaskan bahwa semakin banyak peserta JKN, juga meningkatkan jumlah pemanfaatan layanan JKN. Di tahun 2023, terdapat 606,7 juta pemanfaatan atau 1,6 juta pemanfaatan per hari, baik pelayanan sehat dan pelayanan sakit.
"Sedangkan di Provinsi Jawa Tengah total pemanfaatan layanan JKN sejumlah 87,7 juta atau 276,9 ribu pemanfaatan per hari selama tahun 2023," tuturnya.
Pada 2023, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan biaya sebesar Rp250,71 miliar untuk menjamin penyakit berbiaya katastropik di Kabupaten Klaten. Dari jumlah tersebut, biaya penjaminan terbesar adalah penyakit jantung yang mencapai Rp173,34 miliar.
Ghufron mengatakan bahwa saat ini jumlah peserta JKN telah mencapai 267,3 juta atau 95,75 persen dari total penduduk Indonesia. Sedangkan jumlah peserta JKN di Kabupaten Klaten per 1 Januari 2024 telah mencapai 1,27 juta atau 98,28 persen dari keseluruhan jumlah penduduk.
"Untuk melayani peserta JKN di Kabupaten Klaten, BPJS Kesehatan telah menjalin kerja sama dengan 137 FKTP dan 15 FKRTL. Kami terus berupaya untuk meningkatkan layanan JKN di Kabupaten Klaten melalui Janji Layanan JKN yang sudah diterapkan di seluruh fasilitas kesehatan, termasuk di RSUP dr. Soeradji," katanya.
Dia menjelaskan bahwa semakin banyak peserta JKN, juga meningkatkan jumlah pemanfaatan layanan JKN. Di tahun 2023, terdapat 606,7 juta pemanfaatan atau 1,6 juta pemanfaatan per hari, baik pelayanan sehat dan pelayanan sakit.
"Sedangkan di Provinsi Jawa Tengah total pemanfaatan layanan JKN sejumlah 87,7 juta atau 276,9 ribu pemanfaatan per hari selama tahun 2023," tuturnya.
Pada 2023, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan biaya sebesar Rp250,71 miliar untuk menjamin penyakit berbiaya katastropik di Kabupaten Klaten. Dari jumlah tersebut, biaya penjaminan terbesar adalah penyakit jantung yang mencapai Rp173,34 miliar.
Lihat Juga :