Direktur OJK Ngaku Pernah Jadi Korban Teror Debt Collector, Ternyata Begini Sebabnya
Jum'at, 02 Februari 2024 - 13:44 WIB
loading...
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengaku pernah diteror oleh debt collector. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) , Friderica Widyasari Dewi mengaku pernah diteror oleh debt collector dengan 'nomor cantik' karena tunggakan Paylater .Menurut Friderica yang kerap disapa Kiki ini punya pengalaman dijadikan "emergency contact" tanpa dia ketahui imbas salah satu karyawannya.
"Saya cerita beberapa waktu lalu ditagih sama debt collector salah satunya penyedia di sini. Itu digunakan oleh mantan asisten kami di tempat saya bekerja sebelumnya karena belanja online, mungkin nama saya jadi guarantor," kata Kiki di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (2/2/2024).
Baca Juga: Tegas! OJK Bakal Sanksi Perusahaan Jika Debt Collector Langgar Aturan
Kiki mengaku sering dihubungi oleh nomor telepon dengan angka yang identik ‘cantik'. Ia merasa edukasi yang dilakukan ternyata belum sampai ke lingkungan orang-orang di sekitarnya.
"Saya merasa, waduh saya ini sosialisasi sampai dari ujung ke ujung, ternyata orang-orang dekat saya juga belum tersosialisasi," ujar Kiki.
"Saya cerita beberapa waktu lalu ditagih sama debt collector salah satunya penyedia di sini. Itu digunakan oleh mantan asisten kami di tempat saya bekerja sebelumnya karena belanja online, mungkin nama saya jadi guarantor," kata Kiki di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (2/2/2024).
Baca Juga: Tegas! OJK Bakal Sanksi Perusahaan Jika Debt Collector Langgar Aturan
Kiki mengaku sering dihubungi oleh nomor telepon dengan angka yang identik ‘cantik'. Ia merasa edukasi yang dilakukan ternyata belum sampai ke lingkungan orang-orang di sekitarnya.
"Saya merasa, waduh saya ini sosialisasi sampai dari ujung ke ujung, ternyata orang-orang dekat saya juga belum tersosialisasi," ujar Kiki.
Lihat Juga :