Pembangunan Smelter Amman Mineral Capai 76%, Target Selesai Akhir Mei 2024
Senin, 05 Februari 2024 - 10:32 WIB
loading...
A
A
A
Kartika melanjutkan, bahwa perseroan meyakini kemajuan konstruksi fisik smelter dan PMR berjalan dengan baik untuk mencapai target penyelesaian konstruksi di akhir Mei 2024 dan akan memulai proses commissioning di Juni 2024.
“Capaian ini adalah wujud komitmen perseroan sebagai salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, untuk selalu terlibat dalam pengembangan industri pertambangan nasional yang membawa manfaat bagi perekonomian daerah dan nasional,” ujar Kartika.
Setelah beroperasi nanti, kata Kartika, total kapasitas input fasilitas smelter tembaga dan PMR AMMN diperkirakan mencapai 900 ribu kilo ton per tahun (ktpa) konsentrat dari tambang Batu Hijau dan proyek Elang.
Adapun, produk dari pengolahan ini akan berupa katoda tembaga yang mencapai 222 ktpa dan asam sulfat mencapai 830 ktpa. Sementara itu, fasilitas PMR akan menghasilkan 18 tpa emas batangan, 55 tpa perak batangan dan 70 tpa selenium.
Sebagai informasi, pada September tahun lalu, AMMN juga telah menandatangani Perjanjian Pendahuluan dengan PT Pertamina (Persero) guna memastikan pasokan sumber energi yang lebih ramah lingkungan yaitu liquified natural gas, untuk pembangkit listrik tenaga gas dan uap yang saat ini sedang dibangun untuk mendukung operasional fasilitas smelter tembaga dan PMR.
“Capaian ini adalah wujud komitmen perseroan sebagai salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, untuk selalu terlibat dalam pengembangan industri pertambangan nasional yang membawa manfaat bagi perekonomian daerah dan nasional,” ujar Kartika.
Setelah beroperasi nanti, kata Kartika, total kapasitas input fasilitas smelter tembaga dan PMR AMMN diperkirakan mencapai 900 ribu kilo ton per tahun (ktpa) konsentrat dari tambang Batu Hijau dan proyek Elang.
Adapun, produk dari pengolahan ini akan berupa katoda tembaga yang mencapai 222 ktpa dan asam sulfat mencapai 830 ktpa. Sementara itu, fasilitas PMR akan menghasilkan 18 tpa emas batangan, 55 tpa perak batangan dan 70 tpa selenium.
Sebagai informasi, pada September tahun lalu, AMMN juga telah menandatangani Perjanjian Pendahuluan dengan PT Pertamina (Persero) guna memastikan pasokan sumber energi yang lebih ramah lingkungan yaitu liquified natural gas, untuk pembangkit listrik tenaga gas dan uap yang saat ini sedang dibangun untuk mendukung operasional fasilitas smelter tembaga dan PMR.
(akr)
Lihat Juga :