Aksi Boikot Ampuh! FamilyMart Stop Kerja Sama dengan Perusahaan Israel

Selasa, 06 Februari 2024 - 14:42 WIB
loading...
Aksi Boikot Ampuh! FamilyMart...
Seruan boikot mendorong jaringan toko swalayan populer FamilyMart mengakhiri kerja sama dengan perusahaan Israel. FOTO/Wikipedia
A A A
JAKARTA - Pemegang saham terbesar FamilyMart Co Ltd, Itochu Corporation, berencana mengakhiri nota kesepahaman (MoU) dengan Elbit Systems, sebuah perusahaan pertahanan Israel.

Hal ini terjadi setelah adanya seruan boikot terhadap jaringan toko swalayan populer tersebut menyusul laporan berita tahun lalu tentang anak perusahaannya, Itochu Aviation, yang menandatangani MoU dengan Nippon Aircraft Supply dan Elbit Systems untuk mengimpor teknologi pertahanan ke Jepang demi tujuan keamanan nasional Jepang.

Baca Juga: Dihantam Boikot, Penjualan McDonald's Melorot

Dalam sebuah pernyataan, FamilyMart Malaysia mengatakan pihaknya mengetahui seruan boikot terhadap perusahaan tersebut dan mengatakan bahwa mereka diberitahu oleh perusahaan induknya, FamilyMart Co Ltd Jepang bahwa Itochu Aviation mengakhiri MoU, sesuai laporan berita di Jepang. Keputusan ini dibuat untuk mendukung dukungan pemerintah Jepang terhadap perintah Mahkamah Internasional baru-baru ini, yang mencakup pencegahan tindakan genosida di Jalur Gaza.

"FamilyMart Malaysia menegaskan kembali pendirian kami bahwa kami tidak mendukung kekerasan atau pembunuhan dan bahwa kami tidak berkontribusi atau menyumbang atau berurusan dengan Israel,” jelas perusahaan tersebut, dikutip dari newstraitstimes, Selasa (6/2/2024).

Baca Juga: Relawan Capres 2024 Kompak Serukan Boikot Produk Israel

Pada tanggal 26 Januari, dilaporkan bahwa Mahkamah Internasional (ICJ) memerintahkan Israel untuk mencegah tindakan genosida terhadap warga Palestina dan berbuat lebih banyak untuk membantu warga sipil. Namun pengadilan dunia tersebut tidak memerintahkan gencatan senjata seperti yang diminta oleh penggugat, Afrika Selatan.

Afrika Selatan sebelumnya telah meluncurkan aplikasi ke ICJ untuk menyelidiki dugaan tindakan genosida yang dilakukan Israel di Gaza. Afrika Selatan yang telah menjadi pendukung perjuangan Palestina selama beberapa dekade, dalam permohonannya juga mendorong deklarasi mendesak bahwa Israel telah melanggar kewajibannya berdasarkan Konvensi Genosida 1948.

Pengadilan juga meminta pengadilan untuk meminta Israel segera menghentikan semua tindakan dan tindakan yang melanggar kewajibannya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Lepas Ketergantungan...
Israel Lepas Ketergantungan Dolar AS, Menerima Rp5.193 Triliun Sejak PD II
Mentan Amran Waswas,...
Mentan Amran Waswas, Perang Iran vs AS-Israel Picu Kenaikan Harga Pangan
Imbas Perang Iran vs...
Imbas Perang Iran vs AS-Israel, Penerbangan dari Bali ke Timteng Terganggu
AS Rancang Gaza Jadi...
AS Rancang Gaza Jadi Resor Futuristik Senilai Rp1.878 Triliun, Rencana Rekonstruksi 20 Tahun
Pukul Israel dengan...
Pukul Israel dengan Sanksi, Negara Eropa Ini Boikot Barang hingga Ancam Setop Perdagangan
Israel Sepakat Guyur...
Israel Sepakat Guyur Mesir dengan Pasokan Gas Terbesar dalam Sejarah, Nilainya Rp563 Triliun
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Rekomendasi
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Berita Terkini
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Infografis
Stop Ekspor Suku Cadang...
Stop Ekspor Suku Cadang Jet Tempur Siluman F-35 ke Israel!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved