Distop Sementara Karena Pemilu, Bantuan Beras Lanjut Lagi Mulai 15 Februari
Sabtu, 10 Februari 2024 - 11:02 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Soal Anggaran Kementerian Dipotong 5% untuk Bansos, Ganjar: Memang Kemiskinan Kita Meningkat?
Sebelumnya, program bantuan sosial (bansos) yang dijalankan pemerintah menuai kritik dari berbagai kalanga. Bansos bahkan dikaitkan sebagai komoditas elektoral. Hal ini tidak terlepas dari temuan sejumlah bansos yang memuat pesan atau gambar pasangan calon tertentu. Bantuan sosial berupa beras ukuran 10 kilogram misalnya dengan gambar pasangan calon peserta pilpres ditemukan di beberapa daerah di Jawa Tengah dan fotonya beredar di aplikasi percakapan whatsapp.
"Bansos sekarang sudah menjadi alat politik. Indikasinya pertama, penggelontoran besar-besaran bansos sekira Rp500 triliun dan terbesar salama reformasi, tidak didukung oleh data kemiskinan yang sebetulnya sudah agak menurun meski tidak signifikan," ujar Guru Besar Universitas Paramadina Prof. Didin S Damanhuri dalam sebuah diskusi online, Rabu (8/2) lalu.
Didin mengatakan, apabila bansos digelontorkan sangat besar menandakan bahwa kemiskinan kembali meningkat. Faktanya, angka kemiskinan justru diklaim telah menurun. Kontradiksi itu menurut dia menjadi pertanda bahwa bansos telah menjadi alat politik, terlebih ketika dibagikan menjelang Pilpres 2024.
Sebelumnya, program bantuan sosial (bansos) yang dijalankan pemerintah menuai kritik dari berbagai kalanga. Bansos bahkan dikaitkan sebagai komoditas elektoral. Hal ini tidak terlepas dari temuan sejumlah bansos yang memuat pesan atau gambar pasangan calon tertentu. Bantuan sosial berupa beras ukuran 10 kilogram misalnya dengan gambar pasangan calon peserta pilpres ditemukan di beberapa daerah di Jawa Tengah dan fotonya beredar di aplikasi percakapan whatsapp.
"Bansos sekarang sudah menjadi alat politik. Indikasinya pertama, penggelontoran besar-besaran bansos sekira Rp500 triliun dan terbesar salama reformasi, tidak didukung oleh data kemiskinan yang sebetulnya sudah agak menurun meski tidak signifikan," ujar Guru Besar Universitas Paramadina Prof. Didin S Damanhuri dalam sebuah diskusi online, Rabu (8/2) lalu.
Didin mengatakan, apabila bansos digelontorkan sangat besar menandakan bahwa kemiskinan kembali meningkat. Faktanya, angka kemiskinan justru diklaim telah menurun. Kontradiksi itu menurut dia menjadi pertanda bahwa bansos telah menjadi alat politik, terlebih ketika dibagikan menjelang Pilpres 2024.
(fjo)
Lihat Juga :