Catat, Indonesia Bisa Jadi Negara Pengguna Angkutan Umum Terbesar

Kamis, 13 Agustus 2020 - 06:56 WIB
loading...
Catat, Indonesia Bisa...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pengamat transportasi dari Indonesia Inteligent Transportasi System (IITS) Elly Sinaga menyebutkan, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) beruntung memiliki Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ). Rencana itu menjadi panduan untuk melangkah pada pekerjaan-pekerjaan memajukan transportasi Indonesia ke depan.

"BPTJ Beruntung karena sudah punya panduan ingin dikembangkan seperti apa transportasi di jabodetabek karena sudah punya RITJ melalui Keputusan Presiden Nomor 54/2018," jelas Elly dalam webinar di Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Dalam RITJ, kata mantan Kepala BPTJ ini, telah ditargetkan 10 tahun setelah penerapan maka paling tidak jumlah pengguna angkutan umum mencapai 60%. Selanjutnya coverage area angkutan umum menjadi 80% dengan maksimal berganti kendaraan umum sebanyak tiga kali untuk sampai tujuan.

"Dari origin destinasi (OD) ke destinasi maksimal 90% untuk area Jabodetabek," tuturnya. ( Baca juga:Erick Thohir di Depan Kiai NU: Alhamdulillah Ekonomi Indonesia Jauh Lebih Baik )

Tak hanya itu saja, pemerintah, kata dia, juga telah ditargetkan bahwa untuk simpul moda di transit oriented development (TOD) maksimal 500 meter pengguna angkutan umum berjalan untuk berpindah angkutan di mana MRT dan Transjakarta disiapkan feeder penghubung.

Elly menambahkan, dalam mewujudkan itu semua, interaksi harus dilakukan antara regulator, operator, dan pengguna jasa. Semua pihak harus mencari cari cara agar keinginan ketiganya bisa tercapai. Jadi tidak hanya menata angkutan umum saja, angkutan pribadi dan motor juga perlu pengaturan.

"Pengembangan transportasi kaitannya erat dengan populasi. Bila populasi besar maka potensi kembangkan angkutan umum juga lebih besar," pungkasnya.

Dengan panduan yang sudah ada, Elly yakin BPTJ dapat menjadi pioneer dalam mewujudkan transportasi yang lebih baik.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Audiensi dengan Ditjen...
Audiensi dengan Ditjen Intram, Jababeka Paparkan Potensi Integrasi Transportasi
Bayar Tiket LRT Kini...
Bayar Tiket LRT Kini Makin Cepat Pakai QRIS Tap, Sudah Coba?
Sambut Libur Nataru...
Sambut Libur Nataru 2025/2026, ASDP Siapkan Sejumlah Strategi Layanan
INKA Kirim Kereta Ukur...
INKA Kirim Kereta Ukur ke LRT Jabodebek, Fungsinya?
Kerugian Akibat Macet...
Kerugian Akibat Macet Jakarta Tembus Rp100 Triliun per Tahun, Begini Pesan Menhub
Baru Beroperasi Dua...
Baru Beroperasi Dua Bulan, Performa LRT Jabodebek Makin Loyo
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Perjalanan Komuter Capai...
Perjalanan Komuter Capai 1,5 Juta per Hari, Kelembagaan Transportasi Perlu Diintegrasikan
Soroti Tabrakan Kereta...
Soroti Tabrakan Kereta di Bekasi, Pengamat Sarankan Polisi Tunggu Hasil KNKT
Rekomendasi
Drama Injury Time! Qatar...
Drama Injury Time! Qatar Gagalkan Kemenangan Swiss
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved