Jadi Korban Nikel Indonesia, Perusahaan Swiss Tutup Tambang di Kaledonia Baru
Selasa, 13 Februari 2024 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
Glencore, yang memiliki 49% saham Koniambo Nickel SAS (KNS), mengatakan biaya operasional yang tinggi dan kondisi pasar yang lemah membuat operasi tidak menguntungkan, bahkan memperhitungkan usulan bantuan pemerintah Perancis.
"Glencore mengapresiasi upaya pemerintah Prancis untuk merevitalisasi dan menyelamatkan industri nikel di Kaledonia Baru. Namun, bahkan dengan bantuan yang diusulkan, KNS tetap merupakan operasi yang tidak berkelanjutan dan Glencore tidak dapat membenarkan terus mendanai kerugian yang merugikan pemegang sahamnya," ungkap perusahaan seperti dilansir Financial Times, Selasa (13/2/2024).
Pemerintah Prancis menyatakan telah menawarkan bantuan senilai 200 juta euro untuk KNS, termasuk 60 juta euro subsidi untuk harga energi yang tinggi dan pinjaman 100 juta euro. Namun, Pemerintah Prancis juga meminta pemegang saham di perusahaan pertambangan tersebut untuk berbuat lebih banyak.
"Sekarang terserah kepada pemegang saham untuk mengambil tanggung jawab mereka," kata Menteri Perekonomian Bruno Le Maire kepada anggota parlemen Prancis pada awal Februari.
Baca Juga: Luhut Buka Peluang Kembangkan Baterai LFP Bareng China, Bagaimana Nasib Nikel RI?
"Glencore mengapresiasi upaya pemerintah Prancis untuk merevitalisasi dan menyelamatkan industri nikel di Kaledonia Baru. Namun, bahkan dengan bantuan yang diusulkan, KNS tetap merupakan operasi yang tidak berkelanjutan dan Glencore tidak dapat membenarkan terus mendanai kerugian yang merugikan pemegang sahamnya," ungkap perusahaan seperti dilansir Financial Times, Selasa (13/2/2024).
Pemerintah Prancis menyatakan telah menawarkan bantuan senilai 200 juta euro untuk KNS, termasuk 60 juta euro subsidi untuk harga energi yang tinggi dan pinjaman 100 juta euro. Namun, Pemerintah Prancis juga meminta pemegang saham di perusahaan pertambangan tersebut untuk berbuat lebih banyak.
"Sekarang terserah kepada pemegang saham untuk mengambil tanggung jawab mereka," kata Menteri Perekonomian Bruno Le Maire kepada anggota parlemen Prancis pada awal Februari.
Baca Juga: Luhut Buka Peluang Kembangkan Baterai LFP Bareng China, Bagaimana Nasib Nikel RI?
Lihat Juga :