Penjualan Kondensat Harus Melalui Proses Tender

Jum'at, 16 Februari 2024 - 20:34 WIB
loading...
Penjualan Kondensat...
Penjualan kondensat harus melalui mekanisme yang berlaku untuk memastikan tidak terjadi kerugian negara. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Penjualan kondensat, residu dari gas alam yang dimurnikan menjadi berbentuk cair oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) harus melalui proses tender. Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, mengingatkan adanya potensi kerugian negara pada penjualan kondensat bagian negara melalui KKKS apabila tanpa melalui proses tender.

Yusri mencontohkan, KKKS Medco Energy Bengkanai Ltd (MEBL) yang melakukan penjualan kondensat kepada PT Kimia Yasa. Dia mengklaim, MEBL melakukan transaksi tersebut berdasarkan kewenangan yang diberikan SKK Migas dan diwajibkan untuk memasarkan seluruh minyak bumi yang diproduksikan dan disimpan dari Wilayah Kerja dimaksud. Namun menurut Yusri, kewenangan itu tak semata memberikan MEBL kuasa untuk melakukan penjualan. "Harus melalui proses tender, tidak bisa tunjuk langsung," ujar Yusri dalam keterangannya Jumat (16/2/2024).

Baca Juga: Gas Bumi Jadi Jembatan Menuju Transisi Energi

Namun, Sekretaris Perusahaan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), Siendy K. Wisandana dalam keterangan resminya menegaskan, MEDC mengikuti ketentuan perundang-undangan yang berlaku. MEBL sebagai KKKS beroperasi di bawah pengawasan SKK Migas dan berkomitmen selalu mengikuti peraturan dalam menjalankan aktivitas, termasuk hubungan Perseroan dengan para mitra bisnisnya.

Siendy menegaskan, hingga saat ini perseroan bersama entitas usahanya tetap patuh dan komitmen terhadap peraturan dari pemerintah khususnya kepada SKK Migas. Sebagai KKKS, MEDC menjalankan kegiatan operasinya di bawah pengawasan SKK Migas. “SKK Migas juga telah menyampaikan pernyataan dan klarifikasi serta menyatakan aktivitas MEBL telah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Siendy.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PGTC 2026 Perkenalkan...
PGTC 2026 Perkenalkan Bisnis Hilir Energi kepada Mahasiswa
Mahasiswa UGM Pelajari...
Mahasiswa UGM Pelajari Bisnis Hilir Migas di Pertamina Patra Niaga
Bahlil Pastikan Tak...
Bahlil Pastikan Tak Ada Pemangkasan Kuota Ekspor Gas KKKS
Dongkrak PNBP, Purbaya-Bahlil...
Dongkrak PNBP, Purbaya-Bahlil Sinkronkan Kebijakan Fiskal dan Energi
Proyek Tangguh UCC Rampungkan...
Proyek Tangguh UCC Rampungkan Jacket UBA dan Siap Dikirim ke Fakfak
Barat Kalah Berani?...
Barat Kalah Berani? Kapal-kapal Asia Siap Terobos Selat Hormuz Lebih Dulu
Selat Hormuz Pasca Ali...
Selat Hormuz Pasca Ali Khamenei dan Implikasinya ke Energi Migas Indonesia
AS, Israel, dan UEA...
AS, Israel, dan UEA Bahas Penggunaan Gas Gaza untuk Danai Rekonstruksi
Negara Arab Mayoritas...
Negara Arab Mayoritas Muslim Ini Beli Gas Israel Rp584 Triliun, Klaim Tak Ada Agenda Politik
Rekomendasi
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
Berita Terkini
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved