alexametrics

Gelar IITE 2018, China Dominasi Pasokan Mainan Anak di Indonesia

loading...
Gelar IITE 2018, China Dominasi Pasokan Mainan Anak di Indonesia
Gelar IITE 2018, China dominasi pasokan mainan anak di Indonesia. Foto/Dok.Asosiasi Mainan Indonesia
A+ A-
JAKARTA - China menjadi negara pemasok terbesar impor produk mainan anak. Data Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) menyebutkan, impor produk mainan asal China mencapai Rp320 miliar per bulan.

"Impor mainan asal China sekitar 800 kontainer dengan nilai per kontainer Rp400 juta," ujar Ketua Umum Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) Lukas Sutjiadi di Jakarta, Senin (23/7/2018).

Saat ini, lanjut dia, pasaran mainan masih stabil tidak terlalu lesu seperti pada kuartal I 2018. Meski pasar mainan impor berkisar 65-70%, dimana sekitar 60% berasal dari China, tidak terlalu mempengaruhi industri mainan anak dalam negeri.



"Pasokan mainan impor dari dalam negeri sebesar 35%. Ini menunjukkan industri mainan di dalam negeri, khususnya dari pelaku usaha kecil menengah (UKM) tumbuh pesat," paparnya.

Untuk meningkatkan pertumbuhan pasar dan industri mainan, lanjut dia, pihaknya bersama ChaoYu Expo dan Peraga Expo kembali akan menyelenggarakan pameran B2B (business to business) industri mainan dan perlengkapan anak terkemuka di Indonesia, Indonesia International Toys & Kids Expo (IITE) 2018 pada 26-28 Juli 2018 bertempat di Jakarta International Expo, Kemayoran.

Pameran ini dinilai platform yang tepat bagi para pemain di industri mainan dan perlengkapan anak, baik di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara untuk memperluas jaringan dan mengembangkan bisnisnya. Pameran yang fokus di sektor B2B memberikan kesempatan kepada para pemain industri untuk dapat saling bertukar informasi dan menemukan peluang untuk dapat berkolaborasi dalam mengembangkan usaha dalam jangka panjang.

"Indonesia adalah pasar mainan anak yang besar. Hal ini didukung dengan pertumbuhan jumlah penduduk, ekonomi dan kebutuhan mainan yang terus meningkat," ujar Jason Chen, general manager ChaoYu Expo, selaku penyelenggara pameran IITE 2018.

Jason menambahkan, IITE 2018 berkembang dengan sangat baik, terlihat dari luas pameran yang mencakup 4.000 m2. Dua kali lebih luas dari penyelenggaraan pameran tahun lalu. "Kami berharap bisa mengambil kesempatan mempromosikan kerjasama antara Indonesia dan China dalam hal mainan robot cerdas. Untuk itu, kami akan menampilkan Robot Cerdas dari China yang diberi nama Dobi," ungkapnya.

Robot Dobi merupakan robot cerdas yang berhasil mempertahanan rekor dunia sebagai robot yang bisa menari secara bersamaan. Ini merupakan penampilan pertama Robot Dobi di luar China, menunjukkan tingginya teknologi manufaktur mainan di China.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Maret 2018 mencapai USD 14,49 miliar atau naik 2,13% dibandingkan Februari, demikian pula dibandingkan Maret 2017 meningkat 9,07%. Bila melihat impor non migas menurut negara asal barang utama, China masih menjadi negara asal impor terbesar dengan peran 27,3% atau mencapai USD 10,162 juta, Jepang 11,64% dan Thailand 6,89%. Sementara dari Uni Eropa 9,41 dan ASEAN 20,84%.

Mainan impor yang paling banyak diimpor ke pasar nasional adalah ice skare dan roller skate dengan volume 5,770 ton. Kemudian, kartu mainan sebanyak 3,190 ton; kelereng atau gundu sebanyak 2,790 ton dan rakitan model yang diperkecil seperti model pesawat terbang dan semacamnya sebanyak 1,870 ton.

Sementara itu, dilihat dari negara asal, China menjadi negara yang paling banyak mengirimkan mainan ke Indonesia, disusul Singapura, Denmark, Malaysia dan Jepang.

Pada tahun ini, sebanyak 116 perusahaan dari China, Hong Kong, Malaysia, Thailand dan Indonesia mengikuti pameran IITE 2018, dengan menggunakan area pameran dua kali lipat lebih luas dari tahun kemarin. 15 % dari peserta pameran berasal dari Indonesia. Peningkatan pameran merupakan respon industri mainan terhadap respon baik dari penyelenggaran pameran tahun lalu.

Untuk tahun lalu terjadi business meeting 20 perusahaan Indonesia dengan 50 peserta dari China yang dilanjutkan dengan kunjungan pabrik dan trading di China. "Untuk target tahun ini, kami optimistis akan terjadi peningkatan, terlihat dari jumlah peserta pameran yang meningkat dan respon dari pengunjung untuk melakukan pra registrasi secara online," jelas Jason Chen.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak