Krakatau Sarana Properti Terapkan Model Bisnis Baru Hadapi Tantangan di 2024

Selasa, 20 Februari 2024 - 20:03 WIB
loading...
Krakatau Sarana Properti...
Direktur Utama Krakatau Sarana Properti Iip Arief Budiman. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Krakatau Sarana Properti (KSP) sebagai cucu BUMN PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menerapkan model bisnis baru menggunakan skema pembebasan, sertifikasi, land development, penjualan, dan persewaan lahan kawasan industri dalam menghadapi tantangan di 2024. Perubahan model bisnis ini merupakan turunan dari restrukturisasi besar di perusahaan yang dimulai sejak empat tahun lalu.

"Ini adalah keniscayaan, karena kondisi yang saat ini tengah dihadapi perusahaan," ujar Direktur Utama Krakatau Sarana Properti Iip Arief Budiman dalam rapat kinerja dan anggaran perusahaan bertajuk Building Resilience Through Creativity, Innovation, and Collaboration, Selasa (20/4/2024).

Baca Juga: Intip Capaian Mentereng 2 Bank BUMN, Harga Sahamnya Cetak Rekor

Pihaknya akan memaksimalkan semua potensi yang bisa diraih dengan kondisi yang ada saat ini untuk mencapai target pemasukan. Iip menambahkan model bisnis baru pergudangan, pengelolaan kawasan industri, persewaan lahan utilitas, golf dan sport center dan transmart menjadi bisnis KSP. Untuk bisnis gudang, hotel, transmart, dan aset lainnya akan diatur dalam suatu perjanjian sewa-menyewa.

"KSP harus terus bergerak agar tidak dilindas oleh perubahan zaman. Ada dua konsekuensi dari keputusan untuk bergerak yaitu gagal atau berhasil. Keberhasilan ada di tangan kita dan bukan di tangan orang lain. Karena itu, saya optimistis dengan semua aset organisasi dan juga SDM yang dimiliki saat ini, KSP bisa mencapai target pemasukan seiring penerapan model bisnis baru ini," ungkapnya.

Guna mencapai target terdapat strategi yang harus diciptakan salah satunya adalah dengan menetapkan backbone revenue bagi KSP.

"Pengelolaan kawasan masih akan jadi generated revenue yang signifikan, tapi di luar kita dorong bisnis lain seperti sport center, optimalisasi asset yang idle, diversifikasi bisnis yang dikembangkan, sehingga menciptakan potensi pendapatan baru," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Rekomendasi
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved