Pertamina Tunjuk Eka Suhendra Jadi Direktur Perencanaan Bisnis PIS, Ekspansi Makin Agresif

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:12 WIB
loading...
Pertamina Tunjuk Eka...
PT Pertamina (Persero) selaku pemegang saham mayoritas PT Pertamina International Shipping (PIS) menunjuk Eka Suhendra untuk menjadi Direktur Perencanaan Bisnis PIS. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) selaku pemegang saham mayoritas PT Pertamina International Shipping (PIS) menunjuk Eka Suhendra untuk menjadi Direktur Perencanaan Bisnis PIS . Eka Suhendra menggantikan posisi Wisnu Medan Santoso yang resmi menjadi SVP of Business Development PT Pertamina (Persero) per Januari lalu.

Baca Juga: Sukses Ekspansi Bisnis Skala Global, PIS Raih Dua Penghargaan IDX Channel

Penunjukan Eka ini sekaligus melanjutkan rencana strategis PIS dalam percepatan pengembangan bisnis untuk menjadi perusahaan perkapalan dan logistik maritim yang diperhitungkan di kancah dunia. Sebelumnya, Eka berkarir selama 23 tahun di Pertamina dengan posisi terakhir sebagai VP Controller PT Pertamina Patra Niaga (PPN).

“Saya berterima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh PIS, semoga kehadiran saya ini bisa memberikan warna baru dan kesuksesan bagi perusahaan ke depannya,” ujar Eka, dalam pelantikannya di PIS, Selasa (20/2).

Baca Juga: Gencar Investasi dan Ekspansi, PIS Dukung Daya Saing Logistik ASEAN

CEO PIS, Yoki Firnandi menekankan, peran krusial posisi direktur perencanaan bisnis dalam memastikan apa yang diijalankan perusahaan telah sesuai dengan roadmap bisnis.

“Posisi ini memastikan kecepatan pengembangan bisnis PIS tidak hanya di bisnis perkapalan tapi juga sektor logistik maritim lainnya seperti terminal energi, jasa lainnya yang dikelola oleh anak usaha PIS yakni Pertamina Trans Kontinental dan Pertamina Energy Terminal,” kata Yoki.

PIS, kata Yoki, dalam beberapa tahun terakhir telah mencatat sejumlah prestasi berkat agresivitas ekspansi bisnis, sehingga bisa melampaui target yang ditetapkan.

“PIS dalam setahun ini telah melaju 100 km/jam, sekarang harus lebih cepat lagi 200 km/jam. Artinya speed-nya harus dobel, terutama dalam hal agility, response, dan adaptability terhadap potensi perkembangan dunia bisnis,” tutup Yoki.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral Kapal Tanker Pertamina...
Viral Kapal Tanker Pertamina Didominasi Pekerja India, Begini Penjelasan PIS
Dua Kapal Pertamina...
Dua Kapal Pertamina Keluar dari Zona Konflik Timur Tengah
Video 2 Kapal Tanker...
Video 2 Kapal Tanker Pertamina Berhasil Melewati Selat Hormuz Dipastikan Hoax, Begini Kondisinya
3 Unit Usaha Pertamina...
3 Unit Usaha Pertamina Kena Efek Serangan AS-Israel ke Iran, Pasokan BBM Bakal Terganggu?
Sepanjang 2025, PIS...
Sepanjang 2025, PIS Angkut BBM dan LPG hingga 170 Miliar Liter
Sri Mulyani Ditunjuk...
Sri Mulyani Ditunjuk Jadi Anggota Dewan Direksi Gates Foundation
Kisah Relawan Medis...
Kisah Relawan Medis di RS Kapal PIS doctorSHARE: Tinggalkan Keluarga demi Misi Kemanusiaan
Peringati Hari Maritim...
Peringati Hari Maritim Nasional, PIS Tanam 1.500 Mangrove di Batam
Kapal MT Kakap Selamatkan...
Kapal MT Kakap Selamatkan Perahu Tenggelam di Tanjung Priok
Rekomendasi
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Sampaikan Amanah Prabowo,...
Sampaikan Amanah Prabowo, Wamenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji asal Aceh yang Terlilit Utang
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Berita Terkini
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved