Deretan Negara Maju yang Terkena Resesi, Siapa Selanjutnya?
Kamis, 22 Februari 2024 - 11:52 WIB
loading...
A
A
A
Selain Jepang dan Inggris, sebenarnya ada beberapa negara lain yang sempat diprediksi bakal jatuh juga ke jurang resesi, misalnya seperti Amerika Serikat dan Jerman. Namun, pada akhirnya mereka berhasil menghindar di akhir tahun lalu.
Baca Juga: Mesir: Hanya Ada 1 Negara yang Mendukung Israel Menjajah Palestina
Pada sisi Jerman, kondisi mereka belum aman ketika memasuki awal tahun 2024 ini. Di tengah guncangan ekonomi yang masih melanda Eropa, sejumlah pengamat bahkan meramalkan Berlin akan masuk resesi pada kuartal I-2024.
Menerka penyebabnya, Bank Sentral Jerman, Bundesbank, mengatakan bahwa kondisi ini muncul akibat permintaan industri eksternal Jerman yang kemungkinan akan tetap lemah. Selain itu, para konsumen juga masih berhati-hati dalam berbelanja dan berinvestasi di dalam negeri akibat tingginya suku bunga.
Beralih ke sisi Amerika Serikat, Negeri Paman Sam memang cukup sering diprediksi bakal mengalami resesi. Kendati begitu, mereka selalu berhasil bertahan dan meruntuhkan perkiraan para pengamat.
Terlepas dari fakta tersebut, ekonom dunia menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi AS masih menjadi ancaman dan diprediksi melambat pada 2024 ini. Selain itu, tingkat konsumsi juga dikatakan bakal tetap melemah dan pengetatan moneter masih terus berlanjut.
Baca Juga: Mesir: Hanya Ada 1 Negara yang Mendukung Israel Menjajah Palestina
Pada sisi Jerman, kondisi mereka belum aman ketika memasuki awal tahun 2024 ini. Di tengah guncangan ekonomi yang masih melanda Eropa, sejumlah pengamat bahkan meramalkan Berlin akan masuk resesi pada kuartal I-2024.
Menerka penyebabnya, Bank Sentral Jerman, Bundesbank, mengatakan bahwa kondisi ini muncul akibat permintaan industri eksternal Jerman yang kemungkinan akan tetap lemah. Selain itu, para konsumen juga masih berhati-hati dalam berbelanja dan berinvestasi di dalam negeri akibat tingginya suku bunga.
Beralih ke sisi Amerika Serikat, Negeri Paman Sam memang cukup sering diprediksi bakal mengalami resesi. Kendati begitu, mereka selalu berhasil bertahan dan meruntuhkan perkiraan para pengamat.
Terlepas dari fakta tersebut, ekonom dunia menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi AS masih menjadi ancaman dan diprediksi melambat pada 2024 ini. Selain itu, tingkat konsumsi juga dikatakan bakal tetap melemah dan pengetatan moneter masih terus berlanjut.
(fjo)
Lihat Juga :