Indonesia Bisa Boncos Rp544 Triliun Akibat Perubahan Iklim

Kamis, 22 Februari 2024 - 15:37 WIB
loading...
Indonesia Bisa Boncos...
Indonesia berpotensi mengalami kerugian hingga ratusan triliun terdampak perubahan iklim. FOTO/Daily
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan Indonesia berpotensi mengalami kerugian hingga Rp544 triliun terdampak perubahan iklim. Potensi kerugian negara berdasarkan studi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) periode 2020-2024.

"Di Indonesia, Bappenas mengestimasi kerugian dari dampak climate change mencapai Rp544 triliun pada periode tahun 2020-2024," ujar Sri Mulyani melalui akun resmi Instagram, dikutip Kamis (22/2/2024).

Baca Juga: 8 Tornado Dahsyat Paling Mematikan, Indonesia Pertama Kali Terjadi di Rancaekek

Bappenas menyebutkan potensi kerugian tersebut berasal dari dampak di pesisir dan laut senilai Rp408 triliun kemudian air senilai Rp28 triliun, sektor pertanian Rp78 triliun dan kesehatan mencapai Rp31 triliun.

Sebab itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama dengan seluruh kementerian dan lembaga (K/L) dan para pemangku kepentingan lain terus berupaya untuk mengatasi permasalahan iklim tersebut.

Baca Juga: Perbedaan Angin Tornado dan Beliung yang Terjadi di Bandung dan Sumedang

Sri Mulyani mengatakan dari sisi fiskal, Kemenkeu turut mengantisipasi melalui climate budget tagging dalam pelaksanaan belanja negara, menciptakan instrumen sukuk hijau hingga membangun Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
Nindia Karya Rampungkan...
Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
Defisit APBN Semester...
Defisit APBN Semester I 2026 Capai Rp196,5 Triliun
Polri Beberkan 4 Modus...
Polri Beberkan 4 Modus Penyimpangan dalam Korupsi Pembiayaan Batu Bara, Kerugian Negara Capai Rp38,9 Miliar
Aliansi Kebangsaan Serukan...
Aliansi Kebangsaan Serukan Indonesia Berdamai dengan Alam Hadapi Krisis Iklim
Rekomendasi
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved