2 Tahun Perang Ukraina: AS Siap Jatuhkan Sanksi Terbaru ke Rusia, Ada Lebih dari 500 Target

Jum'at, 23 Februari 2024 - 15:07 WIB
loading...
A A A
Paket itu akan menjadi sanksi terbaru dari ribuan sebelumnya yang menargetkan Moskow yang diumumkan oleh Amerika Serikat beserta sekutunya setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, lalu.

Sanksi terbaru datang ketika AS dan sekutunya berusaha mempertahankan tekanan pada Rusia, meskipun ada keraguan apakah Kongres AS akan menyetujui bantuan keamanan tambahan untuk Kiev.

Pemerintahan Presiden Joe Biden telah menghabiskan uang yang sebelumnya disetujui untuk Ukraina, dan permintaan dana tambahan masih tertahan di Dewan Perwakilan Rakyat yang dikuasai Partai Republik.

"Sanksi dan kontrol ekspor diarahkan untuk memperlambat Rusia, sehingga lebih sulit bagi mereka untuk berperang di Ukraina," kata Adeyemo.

"Tetapi pada akhirnya, bagaimana mempercepat Ukraina, serta memberi mereka kemampuan untuk membela diri, Kongres perlu bertindak untuk memberi Ukraina sumber daya yang mereka butuhkan dan senjata yang mereka butuhkan."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Rekomendasi
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Kenyamanan Menginap...
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel yang Favorit
Berita Terkini
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
Infografis
Perang Terbaru, Dunia...
Perang Terbaru, Dunia Lebih Mendukung Palestina daripada Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved