10 Perusahaan Tambang Nikel Terbesar di Dunia, Ada Wakil RI?
Minggu, 25 Februari 2024 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
Perusahaan memiliki 100% tambang di Barro Alto dan Niquelândia. Keduanya memiliki gabungan Run-of-Mine sebesar 54,2 juta ton. Barro Alto memiliki sisa umur tambang selama 20 tahun, sedangkan Niquelândia diperkirakan akan habis dalam 13 tahun.
Perusahaan logam dan pertambangan asal Australia, BHP Group Limited juga memproduksi gas alam dan produk minyak bumi. BHP Group adalah perusahaan pertambangan terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.
BHP Group Limited memproduksi 89 kiloton nikel pada tahun 2021. Produksi nikel perusahaan mengalami penurunan selama bertahun-tahun. Perusahaan ini memproduksi 176,2 kiloton nikel pada tahun 2010, turun hampir 60% pada tahun 2021.
Pada kuartalan September, BHP Group memproduksi 20,7 kiloton nikel, menunjukkan peningkatan sebesar 16% dibandingkan kuartal September tahun sebelumnya. BHP Group Limited (NYSE:BHP) juga memberikan panduan produksi setahun penuh pada tahun 2023 yaitu antara 80 hingga 90 kiloton.
Menurut database, Fisher Asset Management adalah pemegang saham terbesar BHP Group Limited (NYSE:BHP) pada kuartal ketiga tahun 2022. Perusahaan tersebut memiliki 17,6 juta saham perusahaan, senilai USD881,244 juta.
Glencore plc adalah perusahaan logam dan pertambangan dari Swiss serta perusahaan perdagangan komoditas. Selain itu perusahaan ini juga memproduksi produk pertanian dan memiliki kantor pusat khusus di Belanda.
Pada tahun 2021, Glencore plc memproduksi 102,3 kiloton nikel, turun 7% dari tahun 2020. Produksi tersebut terpengaruh karena penutupan tambang Murrin Murrin karena pemeliharaan. Selain itu, pada paruh pertama tahun 2022, GLNCY memproduksi 57.800 kiloton nikel, meningkat 21% dari periode yang sama tahun 2021.
Panduan produksi nikel setahun penuh Glencore plc (OTC:GLNCY) tetap berada di kisaran 113 hingga 123 kiloton.
Vale SA merupakan, perusahaan logam dan pertambangan multinasional asal Brasil. Perusahaan adalah salah satu produsen nikel dan besi terbesar di dunia dan juga memproduksi mangan, ferroalloy, tembaga, bauksit, kalium, kaolin, dan kobalt.
Selain itu perusahaan mengoperasikan sembilan pembangkit listrik tenaga air dan merupakan operator logistik terbesar di Brasil.
Pada tahun 2021, Vale SA memproduksi 168 kiloton nikel dari tambangnya di Kanada, Brasil, dan Indonesia dan meraih posisi kedua di antara perusahaan pertambangan nikel terbesar di dunia.
Pada kuartal ketiga tahun 2022, perusahaan memproduksi 51,800 ton nikel, meningkat 71,5% dari tahun ke tahun. Namun, pendapatan perusahaan dari nikel turun pada kuartal tersebut karena harga realisasi rata-rata ton turun menjadi USD21.672 dari USD26.221 pada kuartal pertama.
Vale SA memperkirakan produksi nikel pada TA 2022 akan berkisar antara 175 hingga 190 kiloton. Selain itu, perusahaan sedang berupaya memulai dua proyek baru pada tahun 2025 yang memiliki kapasitas per tahun sebesar 85 hingga 88 kiloton. Vale SA memperkirakan produksi nikelnya akan melampaui 300 kiloton pada tahun 2030.
OJSC MMC Norilsk Nickel merupakan perusahaan pertambangan dan peleburan Rusia dan merupakan perusahaan pertambangan nikel terbesar di dunia. Produk utamanya meliputi nikel dan paladium.
Perusahaan ini juga menambang tembaga, emas, perak, dan platinum serta beberapa logam lainnya. Produksi perusahaan yang paling signifikan berasal dari tambang Siberia yang berlokasi di Norilsk dan Talnakh. OJSC MMC Norilsk Nickel juga beroperasi di Rusia, Finlandia, dan Afrika Selatan.
Pada tahun 2021, NickelOJSC MMC Norilsk Nickel memproduksi 193 kiloton nikel. Selain itu perusahaan ini bertanggung jawab atas 17% produksi nikel kadar tinggi global dan 6% nikel primer. Cadangan terbukti dan terkira OJSC MMC Norilsk Nickel berjumlah 8,7 juta ton, sedangkan sumber daya terukur dan terindikasi diperkirakan mencapai 13,5 juta ton.
Untuk tahun fiskal 2022, OJSC MMC Norilsk Nickel mengarahkan produksi nikelnya pada kisaran 205 hingga 215 kiloton dan memperkirakan surplus nikel sebesar 103 kiloton pada tahun 2023, karena adanya kapasitas produksi baru di Indonesia.
4. BHP Group Limited (BHP)
Produksi tahun 2021: 89 KilotonPerusahaan logam dan pertambangan asal Australia, BHP Group Limited juga memproduksi gas alam dan produk minyak bumi. BHP Group adalah perusahaan pertambangan terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.
BHP Group Limited memproduksi 89 kiloton nikel pada tahun 2021. Produksi nikel perusahaan mengalami penurunan selama bertahun-tahun. Perusahaan ini memproduksi 176,2 kiloton nikel pada tahun 2010, turun hampir 60% pada tahun 2021.
Pada kuartalan September, BHP Group memproduksi 20,7 kiloton nikel, menunjukkan peningkatan sebesar 16% dibandingkan kuartal September tahun sebelumnya. BHP Group Limited (NYSE:BHP) juga memberikan panduan produksi setahun penuh pada tahun 2023 yaitu antara 80 hingga 90 kiloton.
Menurut database, Fisher Asset Management adalah pemegang saham terbesar BHP Group Limited (NYSE:BHP) pada kuartal ketiga tahun 2022. Perusahaan tersebut memiliki 17,6 juta saham perusahaan, senilai USD881,244 juta.
3. Glencore plc (GLNCY)
Produksi tahun 2021: 102,3 KilotonGlencore plc adalah perusahaan logam dan pertambangan dari Swiss serta perusahaan perdagangan komoditas. Selain itu perusahaan ini juga memproduksi produk pertanian dan memiliki kantor pusat khusus di Belanda.
Pada tahun 2021, Glencore plc memproduksi 102,3 kiloton nikel, turun 7% dari tahun 2020. Produksi tersebut terpengaruh karena penutupan tambang Murrin Murrin karena pemeliharaan. Selain itu, pada paruh pertama tahun 2022, GLNCY memproduksi 57.800 kiloton nikel, meningkat 21% dari periode yang sama tahun 2021.
Panduan produksi nikel setahun penuh Glencore plc (OTC:GLNCY) tetap berada di kisaran 113 hingga 123 kiloton.
2. Vale SA (VALE)
Produksi tahun 2021: 168 KilotonVale SA merupakan, perusahaan logam dan pertambangan multinasional asal Brasil. Perusahaan adalah salah satu produsen nikel dan besi terbesar di dunia dan juga memproduksi mangan, ferroalloy, tembaga, bauksit, kalium, kaolin, dan kobalt.
Selain itu perusahaan mengoperasikan sembilan pembangkit listrik tenaga air dan merupakan operator logistik terbesar di Brasil.
Pada tahun 2021, Vale SA memproduksi 168 kiloton nikel dari tambangnya di Kanada, Brasil, dan Indonesia dan meraih posisi kedua di antara perusahaan pertambangan nikel terbesar di dunia.
Pada kuartal ketiga tahun 2022, perusahaan memproduksi 51,800 ton nikel, meningkat 71,5% dari tahun ke tahun. Namun, pendapatan perusahaan dari nikel turun pada kuartal tersebut karena harga realisasi rata-rata ton turun menjadi USD21.672 dari USD26.221 pada kuartal pertama.
Vale SA memperkirakan produksi nikel pada TA 2022 akan berkisar antara 175 hingga 190 kiloton. Selain itu, perusahaan sedang berupaya memulai dua proyek baru pada tahun 2025 yang memiliki kapasitas per tahun sebesar 85 hingga 88 kiloton. Vale SA memperkirakan produksi nikelnya akan melampaui 300 kiloton pada tahun 2030.
1. OJSC MMC Norilsk Nikel (MNOD)
Produksi tahun 2021: 193 KilotonOJSC MMC Norilsk Nickel merupakan perusahaan pertambangan dan peleburan Rusia dan merupakan perusahaan pertambangan nikel terbesar di dunia. Produk utamanya meliputi nikel dan paladium.
Perusahaan ini juga menambang tembaga, emas, perak, dan platinum serta beberapa logam lainnya. Produksi perusahaan yang paling signifikan berasal dari tambang Siberia yang berlokasi di Norilsk dan Talnakh. OJSC MMC Norilsk Nickel juga beroperasi di Rusia, Finlandia, dan Afrika Selatan.
Pada tahun 2021, NickelOJSC MMC Norilsk Nickel memproduksi 193 kiloton nikel. Selain itu perusahaan ini bertanggung jawab atas 17% produksi nikel kadar tinggi global dan 6% nikel primer. Cadangan terbukti dan terkira OJSC MMC Norilsk Nickel berjumlah 8,7 juta ton, sedangkan sumber daya terukur dan terindikasi diperkirakan mencapai 13,5 juta ton.
Untuk tahun fiskal 2022, OJSC MMC Norilsk Nickel mengarahkan produksi nikelnya pada kisaran 205 hingga 215 kiloton dan memperkirakan surplus nikel sebesar 103 kiloton pada tahun 2023, karena adanya kapasitas produksi baru di Indonesia.
(akr)
Lihat Juga :