alexametrics

IHSG Akhir Pekan Ditutup Tambah 11,92 Poin, Bursa Asia Tertekan

loading...
IHSG Akhir Pekan Ditutup Tambah 11,92 Poin, Bursa Asia Tertekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (10/8/2018) ditutup menguat saat mayoritas bursa Asia terbebani. Foto/Ilustrasi, SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (10/8/2018) ditutup menguat melengkapi raihan positif sepanjang hari ini. IHSG berakhir menguat 11.92 poin atau 0.20% ke level 6,077.17 saat mayoritas bursa Asia terbebani.

Pada perdagangan sesi I siang tadi, bursa saham Tanah Air mencoba bangkit dengan tambahan 28.15 poin atau 0.46% menjadi 6.093,40 setelah tadi pagi dibuka juga naik tipis 24,290 setara 0,4% ke level 6.089,55. Sedangkan kemarin IHSG berakhir tergelincir usai kehilangan 29.57 poin atau 0,49% di posisi 6.065,26.

Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore mayoritas berada di jalur hijau. Sektor dengan kenaikan tertinggi yaitu properti sebesar 1,09% dan sektor keuangan menguat 0,34% ketika pelemahan terdalam menimpa aneka industri 1,34%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp12,97 triliun dengan 11,70 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp696,25 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp6,30 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp5,61 triliun. Tercatat sebesar 189 saham menguat, 191 melemah dan 171 stagnan.



Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) bertambah Rp1.000 menjadi Rp77.000, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) naik Rp690 menjadi Rp4.420 serta PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) meningkat Rp105 ke posisi Rp1.990.

Saham-saham yang melemah yakni PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) turun Rp110 menjadi Rp4.010, PT Astra International Tbk (ASII) menyusut Rp100 ke posisi Rp7,400 dan PT Cita Mineral Investindo Tbk. (CITA) berkurang Rp85 menjadi Rp1.375.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters hari ini, sebagian besar pasar saham Asia berada di bawah tekanan seiring ketidakpastian atas hubungan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China yang berkepanjangan. Tercatat bursa saham Asia ditutup lebih rendah dalam perdagangan terakhir pekan ini.

Indeks Nikkei Jepang jatuh sebesar 1,33% atau 300,31 poin hingga berakhir ke level 22.298,08 dengan pertambangan dan pengiriman memimpin penurunan secara keseluruhan. Saham terkait semikonduktor juga mengalami penyusutan di antaranya Tokyo Electron turun 3,55%.

Seluruhnya kecuali satu dari 33 subindeks Topix mengakhiri perdagangan Jumat ini di wilayah negatif. Di tempat lain, indeks Kospi tergelincir 0,91% hingga berakhir pada posisi 2.282,79 terseret kejatuhan saham teknologi utama. Tercatat saham Samsung Electronics turun 3,2% diikuti pelemahan SK Hynix mencapai 3,72%.

Bursa Australia, ASX 200 menghapus kenaikan di sesi awal untuk merayap turun 0,31% menjadi 6.278,40. Sektor Energi memimpin kerugian, usai kehilangan 1,75% sementara sektor keuangan yang menjadi beban berat mencatat keuntungan tipis.

Sementara itu ekuitas China berakhir lebih tinggi, saat komposit Shanghai melompat sebesar 0,93 poin setara 0,03% di posisi 2,795.31. Sedangkan komposit Shenzhen yang lebih kecil naik 0,69% untuk hari ini dan saham blue-chip CSI 300 meningkat 0,22%.

Hingga sesi sore perdagangan akhir pekan ini, indeks Hang Seng di Hong Kong mengalami kejatuhan sebesar 0,88% atau 251,76 poin menjadi 28.355,54 dengan terbebani layanan, material dan energi. Indeks saham MSCI untuk Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,02% di perdagangan sore Asia.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak