Harga Beras Terus Melambung, Wapres: Kita Ikuti Saja

Jum'at, 01 Maret 2024 - 09:05 WIB
loading...
Harga Beras Terus Melambung,...
Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin. FOTO/Tangkapan Layar/Binti Mufarida
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden ( Wapres ) Ma'ruf Amin mengungkap biang kerok atau penyebab harga beras terus mengalami kenaikan beberapa waktu terakhir. Salah satunya, akibat fenomena cuaca global El Nino.

"Kalau beras itu kan, memang ada defisit kita karena itu pemerintah mengimpor beras. Panen terlambat, jadi ada defisit, panen terlambat kemudian mengimpor," ungkap Wapres dalam pernyataannya, Jumat (1/3/2024).

Baca Juga: Harga Beras Terus Melejit Tembus Rp19.473 per Kg, Terparah di Februari

Wapres memastikan cadangan beras aman menjelang Ramadan 1445 Hijriah. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan melakukan impor.

"Nah pada beberapa pertemuan yang dulu bahwa diperkirakan cadangan beras cukup. Jadi penyediaan, ketersediaan beras cukup melalui (impor) ini. Memang impor ini karena import juga tidak mudah kan, negara-negara lain juga mengalami hal yang sama," ujarnya.

Baca Juga: Bukan Hoaks, Telur Harganya Edan Tembus Rp30.000 per Kg

Wapres menegaskan pemerintah melakukan dua langkah untuk menjaga harga beras stabil. Oleh karena itu pemerintah kita melakukan langkah dua hal pertama ketersediaan barang dan kedua pengendalian harga.

"Jadi pengendalian harga ini ternyata tidak mudah ya tapi kita harapkan seperti dikatakan oleh Presiden sebentar lagi karena diharapkan ada panen bisa turun, mudah-mudahan (turun) kita ikuti saja," jelasnya.

Wapres mengatakan kenaikan harga beras juga dipengaruhi oleh adanya fenomena cuaca yakni El Nino. "Nah kalau harga beras naik itu memang itu gejala kenaikan harga pangan di seluruh dunia yaitu apa gejala Global akibat El Nino, ini sudah diketahui," kata dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Cadangan Beras RI Sentuh...
Cadangan Beras RI Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 5,37 Juta Ton
Dampak Perang Iran,...
Dampak Perang Iran, Harga Beras Asia Cetak Rekor Tertinggi dalam Dua Tahun
Dorong Ketahanan Pangan,...
Dorong Ketahanan Pangan, Asuransi Jasindo Gelar Program Pengembangan Beras Sehat di Karawang
Efek Perang Iran, Inflasi...
Efek Perang Iran, Inflasi AS Diramal Melonjak Tajam Imbas Kenaikan Harga BBM
Harga Tepung Beras Melonjak,...
Harga Tepung Beras Melonjak, Pelaku UMKM Kini Tertekan
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
LHKPN Terbaru, Harta...
LHKPN Terbaru, Harta Kekayaan Wapres Gibran Rp27,9 Miliar
Misa Kenaikan Yesus...
Misa Kenaikan Yesus Kristus di Gereja Katedral Berlangsung Khidmat
Rekomendasi
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Berita Terkini
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
Infografis
Hanya Dapat 50 Rudal...
Hanya Dapat 50 Rudal ATACMS, Zelensky: Kita Akan Kalah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved