Dear Bunda, Kenali Ciri-ciri Modus Penipuan Berkedok Investasi

Jum'at, 01 Maret 2024 - 14:05 WIB
loading...
Dear Bunda, Kenali Ciri-ciri...
Sosialisasi investasi pasar modal di Kantor OJK Malang, Kamis (29/2/2024). FOTO/Avirista Midaada
A A A
JAKARTA - Perempuan ternyata memiliki resiko lebih besar jadi korban penipuan berkedok investasi . Pasalnya dari analisis Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APDRI), ditemukan beberapa jenis penipuan yang menggiurkan para korban, yang mayoritas perempuan.

Dewan Eksekutif APDRI Mauldy R. Makmur mengatakan, ada banyak laporan dan cerita yang ia dengar perihal penipuan investasi, dengan korban perempuan dan ibu-ibu. Meskipun diakui Mauldy, tak menutup kemungkinan laki-laki juga bisa menjadi korban investasi bodong dengan iming-iming menggiurkan.

"Korbannya siapa saja, itu ternyata perempuan juga banyak, ini kan biasanya mereka pendekatan dari emosional ya, dari keluarganya, atau dari orang dekatnya. Mereka jadi korban itu karena itu ketidaktahuan ya, ketidaktahuan bagaimana memahami pasar keuangan, atau investasi yang baik," ucap Mauldy, usai memberikan sosialisasi investasi pasar modal ke perempuan di Kantor OJK Malang, Kamis petang (29/2/2024).

Baca Juga: MNC Asset Kolaborasi Gelar Edukasi Investasi Pasar Modal di Malang

Kendati ia tak tahu angka pastinya, tapi Mauldy mengemukakan ada beberapa trik dan cara para investor bodong itu menggaet kliennya, terutama para kaum hawa. Beberapa di antaranya dibungkus dengan modus arisan dan Multi Level Marketing (MLM).

"Bungkusnya itu arisan, bungkusnya itu adalah perdagangan yang MLM ya, itu modus-modus yang didekati, dan mendekat secara emosional perempuan itu gampang tergoda, itu yang umumnya data validnya nggak tahu, tapi saya pernah menemui komunitas yang ngeluh dengan investasi ilegal itu," terangnya.

Sementara itu, Branch Manager MNC Asset Management Surabaya Rezha Pahlevi menjelaskan, MNC Asset sebagai lembaga yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku berkomitmen dan berperan serta mengedukasi secara aktif masyarakat, utamanya perempuan. Bahkan pihaknya juga menerima diskusi kepada masyarakat yang hendak menginvestasikan uangnya, tapi mungkin masih ragu-ragu dan takut.

"Kita selalu aktif untuk apa mencanangkan sosialisasi seperti ini karena ini memang sangat penting, dan apa ya investasi bodong ini yang merugikan masyarakat," ungkap Rezha Pahlevi, terpisah.

Baca Juga: Ratusan Ibu-ibu Antusias Ikut Edukasi Pasar Modal di Kota Malang

Baginya pelaku investasi bodong tak bertanggungjawab itu bisa membuat masyarakat trauma dan memberikan stigma negatif kepada pelaku investasi yang resmi, dan legal terdaftar. Makanya ia meminta masyarakat, termasuk ibu-ibu serta perempuan berhati-hati dalam memilih pelaku jasa investasi.

"Ini sangat-sangat merugikan di masyarakat dan yang menjadi masalah itu trauma, dan mereka salah untuk berinvestasi, mereka menjadi takut, dan tidak tahu menahu, mereka tidak akan bisa berkembang di di untuk pengelolaan dananya gitu," jelasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Edukasi Jadi Kunci Perkembangan...
Edukasi Jadi Kunci Perkembangan Industri Estetika Medis
Mengenal William Adi,...
Mengenal William Adi, Kreator Konten yang Konsisten Edukasi Skincare dan Kesehatan Kulit
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Rekomendasi
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
Banyak Anak Lakukan...
Banyak Anak Lakukan Cuci Darah, Kenali 6 Penyebabnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved