alexametrics

IHSG Berakhir Jatuh Iringi Keterpurukan Bursa Asia

loading...
IHSG Berakhir Jatuh Iringi Keterpurukan Bursa Asia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi sore perdagangan, Kamis (30/8) berakhir jatuh, saat bursa utama Asia kebanyakan masih berada di bawah tekanan. Foto/Ilustrasi, SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi sore perdagangan, Kamis (30/8/2018) berakhir jatuh, meski tidak terlalu besar. Hingga sesi penutupan, IHSG kehilangan 46,19 poin atau 0,76% menjadi 6.018,96.

Di sisi lain IHSG pada sesi perdagangan siang tercatat turun tipis 0.01% yang setara 0,35 Poin ke posisi 6.064,80. Sebelumnya pagi tadi, bursa saham Tanah Air dibuka mendapatkan tambahan 14,81 poin atau 0.24% ke level 6,079.96 sedangkan kemarin menguat 22,50 poin di 6.065,15

Sektor saham dalam negeri hampir semuanya berada di area negatif. Di mana sektor yang mengalami pelemahan terdalam yaitu infrastruktur 1,55% diikuti industri dasar anjlok 1,04%. Sedangkan penguatan satu-satunya terjadi pada sektor perkebunan yang menguat tipis 0,20%.



Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp10,62 triliun dengan 12,11 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp204,21 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,14 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,35 triliun. Tercatat sebesar 161 saham menguat, 229 melemah dan 148 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA) naik Rp390 menjadi Rp4.780, PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) menanjak Rp140 ke posisi Rp4.760 dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) bertambah Rp60 menjadi Rp3.150.

Saham yang melemah di antaranya PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk. (GOLD) turun Rp106 menjadi Rp454, PT MAP Boga Adiperkasa Tbk. (MAPB) menyusut Rp95 menjadi Rp1.505 serta PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) berkurang Rp70 ke level Rp2.960.

Di sisi lain seperti dilansir CNBC, kebanyakan bursa utama Asia memerah setelah sempat diperdagangkan di wilayah positif positif pada awal sesi. Pelemahan pasar saham Asia terjadi di tengah rencana merger telco yang merupakan operator telekomunikasi terbesar ketiga di Australia.

Saham Australia, ASX 200 mengakhiri sesi cenderung mendatang hingga ditutup pada level 6.351,80. Namun sektor telekomunikasi naik 3,59% PG Telecom dan Vodafone Hutchison Australia mengumumkan merger yang akan menciptakan entitas gabungan senilai USD11 miliar.

Terpantau saham Hutchison Telecommunications (Australia), yang memiliki 50% saham Vodafone Hutchison Australia, ditutup 44% lebih tinggi usai kabar tersebut. Sedangkan saham TPG Telecom melonjak mencapai sebesar 18,15%.

Selanjutnya indeks Kospi di Korea Selatan menutup perdagangan pada posisi 2.307,35 usai tergelincir 1,68 poin atau 0,07%. Sentimen positif datang dari sektor baja dan alumunium dengan Hyundai Steel ditutup naik 0,56% sementara Posco dalam tren perbaikan 0,3%.

Berbanding terbalik, indeks Nikkei Jepang justru meningkat di akhir sesi sebesar 21.28% menjadi 22.869,50. Pelemahan justru kembali terlihat pada bursa saham China saat indeks Hang Seng, Hong Kong diperdagangkan turun 0,89 di posisi 28.164,05.

Pada daratan China, komposit Shanghai kehilangan keuntungan sebelumnya untuk terus merosot 1,14% dan ditutup pada level 2.737,74 serta komposit Shenzhen berakhir pada 1.467,182 usai terjatuh sekitar 1,484%.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak