Juni, OXO Group Indonesia Luncurkan Proyek Bergaya Neo-Luxury di Canggu
Kamis, 14 Maret 2024 - 13:11 WIB
loading...
Tahun ini merupakan momentum bagi OXO Group Indonesia untuk naik level guna mencapai tujuan utama mereka menjadi World-class Boutique Developer. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Tahun ini merupakan momentum bagi OXO Group Indonesia untuk naik level guna mencapai tujuan utama mereka menjadi World-class Boutique Developer. “From Bali to The World” adalah slogan yang dicanangkan OXO Group Indonesia guna menjadi pemain utama di industri properti internasional.
“Bahwa setiap proyek hunian yang kami kerjakan harus berstandar internasional dan bisa diterima bukan hanya untuk pasar domestik, namun juga pasar global,” kata Founder dan CEO OXO Group Indonesia Johannes Weissenbaeck dalam siaran persnya, Kamis (14/3/2024). Baca juga: Bisnis Properti Masih Menjanjikan di 2024, 800 Ribu Keluarga Baru Perlu Rumah Tiap Tahun
Pada Juni nanti, OXO Group berencana meluncurkan proyek terbaru di daerah Nyanyi, Bali, senilai Rp500 miliar. Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 2 hektare di bagian utara Canggu ini akan menampilkan sekitar 36 unit vila dengan kolam pribadi.
Juga dilengkapi beragam fasilitas umum bagi para calon penghuninya. ”Tentu saja proyek terbaru kami ini akan mewakili gaya desain terbaru dan filosofi OXO Living yang menganut paham Lifestyle Real Estate,” ujarnya.
Sejak awal 2015, produk properti dan pengalaman OXO dikenal memiliki standar tanpa kompromi, desain cerdas, layanan premium, dan mengedepankan prinsip berkelanjutan (sustainability). Saat ini, OXO Group Indonesia telah mengembangkan dan memiliki sekitar 30 properti di Bali senilai Rp700 miliar. Terdiri dari hunian pribadi, vila, townhouse, studio co-working, resor, dan kapal pesiar sepanjang 20 meter di Taman Nasional Komodo.
“Satu hal yang pasti, lokasi proyek hunian terbaru ini terletak tepat di depan Nuanu City, sebuah proyek seluas 50 hektare yang akan menjadi The Next Big Thing di Bali setelah Canggu dalam 2-3 tahun ke depan. Dan semua penghuni proyek hunian ini nantinya bisa menikmati fasilitas yang dimiliki oleh Nuanu City,” tambahnya.
Johannes menjelaskan, masifnya pariwisata di Bali mendorong perkembangan properti di kawasan ini. Menurutnya, kawasan pariwisata Pulau Dewata tidak lagi didominasi oleh area-area yang sudah terkenal, seperti Kuta, Ubud, Sanur, Seminyak, Canggu, dan Uluwatu. Objek wisata kini telah merambah ke bagian barat mengarah ke utara Bali, termasuk Seseh, Kedungu, Cemagi, dan Tabanan.
“Bahwa setiap proyek hunian yang kami kerjakan harus berstandar internasional dan bisa diterima bukan hanya untuk pasar domestik, namun juga pasar global,” kata Founder dan CEO OXO Group Indonesia Johannes Weissenbaeck dalam siaran persnya, Kamis (14/3/2024). Baca juga: Bisnis Properti Masih Menjanjikan di 2024, 800 Ribu Keluarga Baru Perlu Rumah Tiap Tahun
Pada Juni nanti, OXO Group berencana meluncurkan proyek terbaru di daerah Nyanyi, Bali, senilai Rp500 miliar. Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 2 hektare di bagian utara Canggu ini akan menampilkan sekitar 36 unit vila dengan kolam pribadi.
Juga dilengkapi beragam fasilitas umum bagi para calon penghuninya. ”Tentu saja proyek terbaru kami ini akan mewakili gaya desain terbaru dan filosofi OXO Living yang menganut paham Lifestyle Real Estate,” ujarnya.
Sejak awal 2015, produk properti dan pengalaman OXO dikenal memiliki standar tanpa kompromi, desain cerdas, layanan premium, dan mengedepankan prinsip berkelanjutan (sustainability). Saat ini, OXO Group Indonesia telah mengembangkan dan memiliki sekitar 30 properti di Bali senilai Rp700 miliar. Terdiri dari hunian pribadi, vila, townhouse, studio co-working, resor, dan kapal pesiar sepanjang 20 meter di Taman Nasional Komodo.
“Satu hal yang pasti, lokasi proyek hunian terbaru ini terletak tepat di depan Nuanu City, sebuah proyek seluas 50 hektare yang akan menjadi The Next Big Thing di Bali setelah Canggu dalam 2-3 tahun ke depan. Dan semua penghuni proyek hunian ini nantinya bisa menikmati fasilitas yang dimiliki oleh Nuanu City,” tambahnya.
Johannes menjelaskan, masifnya pariwisata di Bali mendorong perkembangan properti di kawasan ini. Menurutnya, kawasan pariwisata Pulau Dewata tidak lagi didominasi oleh area-area yang sudah terkenal, seperti Kuta, Ubud, Sanur, Seminyak, Canggu, dan Uluwatu. Objek wisata kini telah merambah ke bagian barat mengarah ke utara Bali, termasuk Seseh, Kedungu, Cemagi, dan Tabanan.
Lihat Juga :