PLN EPI: Stok Bahan Bakar Pembangkit dalam Taraf Aman

Minggu, 17 Maret 2024 - 11:18 WIB
loading...
PLN EPI: Stok Bahan...
PLN EPI memperkuat rantai pasok batu bara, LNG dan BBM untuk pembangkit guna memastikan kehandalan pasokan listrik. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat pasokan bahan bakar untuk pembangkit guna memastikan kehandalan pasokan listrik selama periode Ramadan. Saat ini, stok bahan bakar pembangkit dipastikan dalam taraf aman.

"Stok bahan bakar pembangkit saat ini berada dalam taraf aman," ujar Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara dalam keterangannya, Minggu (17/3/2024).

Baca Juga: Tarif Tol Palembang-Indralaya dan Pekanbaru-Dumai Naik Mulai 18 Maret

Iwan menjelaskan, PLN EPI memastikan kecukupan bahan bakar pembangkit dengan terus memperkuat rantai pasok dan memperbaiki tata cara pemenuhan bahan bakar pembangkit. PLN EPI juga memantau bongkar muat hingga pengadaan secara digital.

Iwan mengatakan, stok batu bara untuk pembangkit listrik secara umum berada dalam kondisi aman. Kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik saat ini berada dalam kondisi aman dengan rata-rata di atas 20 Hari Operasi (HOP).

Baca Juga: Perang Melawan Rusia, Ukraina Jadi Tempat Pembuangan Senjata Sampah Barat

Stok batu bara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PLN untuk sistem Jawa-Madura-Bali (Jamali) mencapai 26,6 HOP. Sementara stok untuk sistem Sumatera-Kalimantan (Sumkal) 22,6 HOP, dan untuk Sulawesi-Maluku-Papua-Nusa Tenggara sebesar 32,6 HOP.

Untuk kebutuhan Liquefied Natural Gas (LNG), lanjut dia, stok saat ini di atas 20 HOP. Tercatat, kebutuhan gas untuk pembangkit listrik PLN secara nasional mencapai 1.220 BBTUD dengan rata-rata realisasi sebesar 1.229 BBTUD.

Sementara itu, pemenuhan kebutuhan BBM sebagai bahan bakar pembangkit juga terus diperkuat di mana rata-rata stok BBM diseluruh sistem kini berada di atas 11 HOP. "PLN EPI berkomitmen memberikan keamanan pasokan energi primer pembangkit yang optimal agar masyarakat dapat melaksanakan ibadah di bulan Ramadan dengan nyaman dan khusuk," tutupnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Pasokan Minyak Dunia...
Pasokan Minyak Dunia Lenyap 1,5 Juta Barel per Hari, Pasar Energi Bakal Terguncang?
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
DDPI Group Raih Sejumlah...
DDPI Group Raih Sejumlah Penghargaan di TOP CSR Awards 2026
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
Blackout Sumatera Harus...
Blackout Sumatera Harus Jadi Alarm Penguatan Transmisi
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rekomendasi
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Berita Terkini
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved