Penipuan Terbesar dalam Sejarah, Pengusaha Wanita Ini Dituntut Hukuman Mati

Kamis, 21 Maret 2024 - 20:49 WIB
loading...
A A A
"Perilaku kriminal Lan, kaki tangannya dan tim inspeksi telah melanggar manajemen ekonomi pemerintah, menyebabkan hilangnya kepercayaan publik, dan oleh karena itu perlu ditangani dengan tegas," kata jaksa penuntut. Oleh karena itu, ia harus "dikucilkan dari masyarakat selamanya."

Seperti yang dilaporkan VnExpress, jaksa kemarin merekomendasikan 19-20 tahun untuk penyuapan, 19-20 tahun untuk melanggar peraturan perbankan, dan hukuman mati untuk penggelapan. Hukuman gabungan yang direkomendasikan untuknya adalah hukuman mati.

Mereka menuntut hukuman penjara seumur hidup untuk beberapa mantan eksekutif SCB, termasuk ketua Dinh Van Thanh dan Bui Anh Dung serta CEO Vo Tan Hoang Van, yang menurut para jaksa secara aktif membantu memfasilitasi penipuan Lan. Mereka juga merekomendasikan hukuman penjara seumur hidup untuk Do Thi Nhan, mantan kepala inspektur bank di State Bank of Vietnam, yang diduga menerima suap sebesar USD5,2 juta dari Lan, untuk menutup mata terhadap intrik-intriknya.

Para penyelidik negara menuduh Lan merekayasa struktur penipuan yang luas yang melibatkan lebih dari 1.000 perusahaan cangkang dalam dan luar negeri yang didirikan di bawah naungan Van Thinh Phat Group. Mereka mengklaim Lan dan kaki tangannya menggunakan SCB, di mana ia telah menjadi pemegang saham mayoritas sejak 2012, sebagai ATM pribadi mereka, menarik sekitar 1 kuadriliun dong atau USD44 miliar dalam bentuk pinjaman dari tabungan nasabah SCB antara tahun 2012 dan 2022.

Dari jumlah tersebut, ia akhirnya meraup keuntungan 304 triliun dong, jumlah yang setara dengan hampir 3 persen dari PDB negara tersebut pada tahun 2022, melalui pengajuan pinjaman palsu dan perusahaan hantu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Buka 3 Posko Bantu Korban Penipuan Investasi
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
Rupiah Berantakan Sentuh...
Rupiah Berantakan Sentuh Rp17.500, Pengusaha Cemaskan Kelangsungan Bisnis
Pengusaha Diminta Tak...
Pengusaha Diminta Tak Usah Was-was Soal Pemeriksaan WP Tax Amnesty Jilid II
Jay Singgih Dorong Pengusaha...
Jay Singgih Dorong Pengusaha Muda Papua Bersinergi Menuju Indonesia Emas 2045
Prosesi Militer Iringi...
Prosesi Militer Iringi Pemakaman Rachmat Gobel di TMP Kalibata
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
Rekomendasi
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Menimbang Bioetanol...
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu
Prabowo dan Gibran Hadiri...
Prabowo dan Gibran Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved