Penipuan Terbesar dalam Sejarah, Pengusaha Wanita Ini Dituntut Hukuman Mati
Kamis, 21 Maret 2024 - 20:49 WIB
loading...
Truong My Lan, pengusaha properti wanita asal Vietnam dituntut hukuman mati. FOTO/Van Thinh Phat
A
A
A
JAKARTA - Jaksa penuntut Vietnam menuntut hukuman mati bagi seorang pengusaha wanita yang diduga mendalangi penipuan terbesar dalam sejarah, demikian dilaporkan media pemerintah kemarin.
Truong My Lan, 68 tahun, ketua pengembang real estate yang berbasis di Ho Chi Minh City, Van Thinh Phat Holdings Group, dituduh menggunakan ribuan perusahaan bayangan untuk menggelapkan uang Rp304 triliun dong atau USD12,54 miliar dari Saigon Commercial Bank (SCB), berkolusi dengan anggota keluarga dan sejumlah kaki tangannya.
Pada tanggal 5 Maret, persidangan Lan dibuka di Ho Chi Minh City, dan dia menghadapi berbagai tuduhan, termasuk penyuapan, melanggar peraturan perbankan, dan penggelapan. Proses persidangan diperkirakan akan berlangsung hingga akhir April.
Baca Juga: Deretan Negara yang Mengeksekusi Mati Bandar Narkoba, Paling Kontroversial Dilakukan Singapura
Dalam sidang kemarin di Pengadilan Rakyat Kota Ho Chi Minh, jaksa penuntut mengatakan bahwa Lan tidak menunjukkan penyesalan atau penyesalan atas tindakan yang dituduhkan kepadanya, "membuat pernyataan yang mengelak dan menyalahkan bawahannya," seperti yang dikutip VnExpress.
Truong My Lan, 68 tahun, ketua pengembang real estate yang berbasis di Ho Chi Minh City, Van Thinh Phat Holdings Group, dituduh menggunakan ribuan perusahaan bayangan untuk menggelapkan uang Rp304 triliun dong atau USD12,54 miliar dari Saigon Commercial Bank (SCB), berkolusi dengan anggota keluarga dan sejumlah kaki tangannya.
Pada tanggal 5 Maret, persidangan Lan dibuka di Ho Chi Minh City, dan dia menghadapi berbagai tuduhan, termasuk penyuapan, melanggar peraturan perbankan, dan penggelapan. Proses persidangan diperkirakan akan berlangsung hingga akhir April.
Baca Juga: Deretan Negara yang Mengeksekusi Mati Bandar Narkoba, Paling Kontroversial Dilakukan Singapura
Dalam sidang kemarin di Pengadilan Rakyat Kota Ho Chi Minh, jaksa penuntut mengatakan bahwa Lan tidak menunjukkan penyesalan atau penyesalan atas tindakan yang dituduhkan kepadanya, "membuat pernyataan yang mengelak dan menyalahkan bawahannya," seperti yang dikutip VnExpress.
Lihat Juga :