Indonesia Punya Potensi PLTA Pumped Storage Berlimpah
Jum'at, 22 Maret 2024 - 19:18 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Akses Jalan PLTA Upper Cisokan Berikan Manfaat Bagi Rakyat Bandung dan Cianjur
Proyek PLTA Upper Cisokan 1 GW di Jawa Barat, yang masih dalam tahap pembangunan, tergolong lamban pengerjaannya. Dalam presentasinya, Dr.Zainal Arifin, Executive Vice President PLN, mengungkapkan bahwa selain masalah financing, untuk pengadaan lahan dan dampak lingkungan juga menjadi isu yang dihadapi PLN dalam pengerjaan proyek Upper Cisokan.
Untuk itu, skema PLTA pumped storage off river yang diciptakan tim ANU sangat tepat dijadikan pilihan untuk Indonesia. Pada peta PLTA pumped storage yang dikembangkan oleh Australian National University, ribuan lokasi potensi dengan biaya rendah (premium sites) ada di Indonesia. Semua lokasi ini memiliki keunggulan-keunggulan berikut: hydraulic head diatas 800 m, lahan genangan air yang kecil (hanya 4 hektar per GWh, jauh lebih kecil dari kebutuhan proyek upper cisokan yang sekitar 40 hektar per GWh), water to rock ratio yang tinggi, jarak antar waduk yang dekat.
Estimasi pengembangan PLTA pumped storage ini sekitar USD 530/kW atau USD 47/kWh. Jauh lebih rendah dibandingkan dengan biaya proyek Upper Cisokan (USD 8 juta) yang besarnya 755 USD/kW atau 94 USD/kWh.
"Khusus Indonesia, kami berhasil memetakan 26 lokasi potensial untuk pengembangan PLTA pumped storage berkapasitas 5000 GWh, 290 lokasi untuk 1500 GWh, 1450 lokasi untuk 500 GWh, dan lebih dari 4000 lokasi untuk 150 GWh. Jadi kita punya banyak pilihan diantara potensi terbaik" jelas David.
Dia juga menambahkan bahwa sudah saatnya Indonesia melalui Kementerian ESDM dan PLN untuk melakukan studi lanjutan bagaimana memanfaatkan peta hasil penelitian tersebut untuk akselerasi transisi energi.
Proyek PLTA Upper Cisokan 1 GW di Jawa Barat, yang masih dalam tahap pembangunan, tergolong lamban pengerjaannya. Dalam presentasinya, Dr.Zainal Arifin, Executive Vice President PLN, mengungkapkan bahwa selain masalah financing, untuk pengadaan lahan dan dampak lingkungan juga menjadi isu yang dihadapi PLN dalam pengerjaan proyek Upper Cisokan.
Untuk itu, skema PLTA pumped storage off river yang diciptakan tim ANU sangat tepat dijadikan pilihan untuk Indonesia. Pada peta PLTA pumped storage yang dikembangkan oleh Australian National University, ribuan lokasi potensi dengan biaya rendah (premium sites) ada di Indonesia. Semua lokasi ini memiliki keunggulan-keunggulan berikut: hydraulic head diatas 800 m, lahan genangan air yang kecil (hanya 4 hektar per GWh, jauh lebih kecil dari kebutuhan proyek upper cisokan yang sekitar 40 hektar per GWh), water to rock ratio yang tinggi, jarak antar waduk yang dekat.
Estimasi pengembangan PLTA pumped storage ini sekitar USD 530/kW atau USD 47/kWh. Jauh lebih rendah dibandingkan dengan biaya proyek Upper Cisokan (USD 8 juta) yang besarnya 755 USD/kW atau 94 USD/kWh.
"Khusus Indonesia, kami berhasil memetakan 26 lokasi potensial untuk pengembangan PLTA pumped storage berkapasitas 5000 GWh, 290 lokasi untuk 1500 GWh, 1450 lokasi untuk 500 GWh, dan lebih dari 4000 lokasi untuk 150 GWh. Jadi kita punya banyak pilihan diantara potensi terbaik" jelas David.
Dia juga menambahkan bahwa sudah saatnya Indonesia melalui Kementerian ESDM dan PLN untuk melakukan studi lanjutan bagaimana memanfaatkan peta hasil penelitian tersebut untuk akselerasi transisi energi.
(nng)
Lihat Juga :