alexametrics

Kemitraan RI dan Kadin Jerman Didorong Pangkas Pengangguran

loading...
Kemitraan RI dan Kadin Jerman Didorong Pangkas Pengangguran
Program kemitraan Pendidikan Kejuruan yang dijalin Kemenko Bidang Perekonomian dan Kamar Dagang dan Industri Trier Jerman (IHK Trier) diharapkan bisa mengurangi pengangguran. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Program kemitraan Pendidikan Kejuruan yang dijalin Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian dan Kamar Dagang dan Industri Trier Jerman (IHK Trier) diharapkan bisa mengurangi pengangguran di Indonesia. Pasalnya, keterbatasan pendidikan membuay pengangguran Indonesia semakin banyak.

”Pengembangan pendidikan kejuruan sistem ganda berdasarkan contoh Jerman di Indonesia diharapkan dapat menurunkan angka pengangguran anak muda yang tinggi dan meningkatkan kompetensi keahlian," ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin di Jakarta, Rabu (24/10).

Lebih lanjut Ia menerangkan, langkah selanjutnya yang harus dilakukan yakni memastikan dunia usaha dan dunia industri yang mengintegrasikan pembelajaran di perusahaan dalam pendidikan kejuruan sistem ganda. Program Kemitraan Tahun 2018 hingga 2021 ini, kata Rudy, menggandeng sisi industri yang selama ini kurang dilibatkan dalam pendidikan kejuruan.



Ditambah mengembangkan struktur yang menyeluruh untuk organisasi-organisasi mitra di Indonesia, yang dijadikan sebagai contoh sukses untuk multiplikasi. Kemudian, organisasi-organisasi mitra dari dunia usaha dan dunia industri di Indonesia juga diharapkan dapat menentukan target dan isi program secara signifikan. "Karena itu, Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi yang secara konsisten digunakan dalam program," tandasnya.

Terakhir, pengalaman dan keahlian dari Jerman akan secara khusus disampaikan oleh para pelaku yang setiap harinya berkecimpung di bidang pendidikan kejuruan dan pelatihan. ”Program ini juga bekerja sama dengan lembaga-lembaga pemerintah terkait, program-program bantuan lainnya, sekolah-sekolah kejuruan, asosiasi-asosiasi profesi dan perusahaan-perusahaan terkait,” pungkasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak