Kisah Kasan dan Hanik, UMKM Naik Kelas yang Tembus Alfmart

Kamis, 28 Maret 2024 - 17:19 WIB
loading...
Kisah Kasan dan Hanik,...
Pegiat UMKM asal Kabupaten Kendal, Hanik, berhasil menembus Alfamart. (Foto: dok Alfamart)
A A A
JAKARTA - Kisah UMKM yang naik kelas hingga produk buatannya bisa masuk ke industri ritel modern adalah nyata. Asam garam dunia wirausaha tentu diarungi dan ditaklukkan untuk merasakan manisnya usaha yang dirints.

Di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kasan, pada 2018 silam memulai usahanya berupa krupuk pasir skala rumahan bernama "Krupuk Padang Pasir”.

Ia memulai kisahnya saat tiap minggu hanya mampu menjual 25 bungkus krupuk pasir.

“Saya titipkan krupuk pasir dari warung satu ke warung satu saat itu. Laku 25 bungkus satu minggu sudah sangat Alhamudulillah,” akunya.

Namun, dia terus tekun untuk melanjutkan usaha dan punya mimpi untuk membesarkan usahanya. Sekitar dua tahun, Kasan masih menggunaakan metode jual titip ke warung-warung. Hingga pada 2020, dia mengambil langkah serius dengan mengurus semua izin yang diperlukan dan meningkatkan kualitas produksinya.

Pada 2021, usahanhya berbuah hasil. Kerupuk Padang Pasir berhasil masuk di Alfamart. Kebanggan baginya karena bisa memenuhi standar ritel modern, sehingga membuka peluang pasar yang lebih luas.

"Alhamdulillah, kami bisa suplai ke lebih dari 100 toko Alfamart di Kabupaten Jember. Produk kami pun diterima konsumen yang lebih banyak lagi dan menjadi pilihan utama masyarakat Jember yang membeli krupuk di Alfamart,” ucap Kasan.

Cerita serupa juga ada di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Haniatus Zunaenah atau yang akrab dipanggil Hanik, memulai usahanya membuat peyek kacang satu dekade lalu pada tahun 2014.

Hanik memulai usaha dengan menjajakan ke tiap warung-warung di sekitar jalur pantura sekitar rumahnya. Tahun-tahun pertama ia rasakan cukup lancar meski penjualan tidak terlalu besar. Usaha yang Hanik ini pun sempat mendapat tentangan dari suami karena rasa cemas akan gagal pula di akhir.

Namun, Hanik tetap tekun menjalankan usaha, hingga jalan sukses itu mulai terbuka sedikit demi sedikit. Pada 2022, dia berkesempatan untuk mengikuti sesi kurasi produk lokal oleh Alfamart.

Diakui Hanik, seleksi produk UMKM untuk tembus pasaran Alfamart cukup ketat. Dari 4 produk olahan peyek miliknya, yakni peyek teri, peyek rebon, peyek kacang tanah, dan peyek kacang hijau, hanya satu yang bisa lolos seleksi.

"Yang bisa lolos itu peyek kacang tanah. Memang seleksinya ketat. Harus ada ijin usaha, BPOM, dan lainnya. Alhamdulillah, ini bisa lolos," tuturnya.

Kini, peyek kacang buatan Hanik telah dipasarkan di gerai Alfamart yang ada di Kendal dan kota-kota sekitar. Dia pun telah memiliki 4 karyawan dan mampu menghasilkan 30 kg peyek setiap harinya. Bahkan, dia kerap kali menambah dua karyawan setiap menjelang hari raya idul fitri.

Alfamart selama ini memang terbuka bagi produk makanan ringan lokal daerah untuk bisa dipasarkan di gerai-gerai wilayah tertentu.

“Kami lihat terutama adalah potensi produk itu bisa diterima masyarakat sehingga banyak dibeli, Alfamart tentu senang bisa memfasilitasi UMKM-UMKM lokal ini agar makin besar,” jelas Corporate Communications AlfamartRani Wijaya.

Bahkan, di 2024 ini Alfamart menyiapkan ribuan toko yang menyediakan tempat pajang-jual khusus untuk produk-produk lokal khas daerah.
(skr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
FKS Empower Dorong UMKM...
FKS Empower Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Kedelai
Fondasi Hukum Kuat Jadi...
Fondasi Hukum Kuat Jadi Aset UMKM Perempuan Naik Kelas
Produk China Bikin UMKM...
Produk China Bikin UMKM RI Sulit Naik Kelas, Begini Penjelasan Menteri Maman
Bangkit dari PHK, UMKM...
Bangkit dari PHK, UMKM Binaan BRI Rolly Bakery & Cookies Naik Kelas dan Go Global
PLN Mobile Marketplace...
PLN Mobile Marketplace Dorong UMKM Lokal Naik Kelas Lewat Digitalisasi
KUR BRI Dorong UMKM...
KUR BRI Dorong UMKM Kabanjahe Naik Kelas, dari Usaha Es Buah Menjadi Laundry Express
Mulai dari Nol, UMKM...
Mulai dari Nol, UMKM Canoi Bisa Tembus Pasar Luar Negeri
Alvin Reynaldi Setiawan...
Alvin Reynaldi Setiawan Caketum Hipmi Jakbar, Siap Bawa UMKM Naik Kelas
Dukungan Shopee untuk...
Dukungan Shopee untuk Hidup Penuh Makna lewat Kisah Inspiratif Dhatu Rembulan & UMKM Lokal
Rekomendasi
Sheila Majid Tak Sabar...
Sheila Majid Tak Sabar Collab di Konser Orkestra Bareng Andi Rianto, KD dan Tulus
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Berita Terkini
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
BRI KKB Tawarkan Bunga...
BRI KKB Tawarkan Bunga Spesial Mulai 3% Flat untuk Pembiayaan Mobil Listrik
Lengkapi Fasilitas Penghuni,...
Lengkapi Fasilitas Penghuni, Club House Dibangun di Citaville Cibubur
Tiga Tahun Program Mangrove...
Tiga Tahun Program Mangrove NHM di Kao Tunjukkan Hasil Nyata bagi Pemulihan Ekosistem Pesisir
PLN Lakukan Pemadaman...
PLN Lakukan Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa, Ini Penyebabnya
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved