Skema Power Wheeling Dinilai Berisiko Rugikan Negara
Senin, 01 April 2024 - 19:53 WIB
loading...
A
A
A
Jika negara tidak mau menambah subsidi energi, Fahmi memastikan bahwa rakyat yang akan menanggung beban risiko kenaikan tarif listrik yang saat ini masih dikendalikan oleh negara. Implementasi power wheeling juga berisiko menyengsarakan rakyat. Pasalnya, dengan skema power wheeling, tarif listrik bakal ditetapkan pada mekanisme pasar.
"Dengan power wheeling, penetapan tarif listrik ditentukan oleh demand and supply, pada saat demand tinggi dan supply tetap, tarif listrik pasti akan dinaikkan," jelas Fahmy.
Baca Juga: Revisi Aturan PLTS Atap Disahkan, Tak Bisa Lagi Dijual ke PLN
Fahmy beranggapan, klausul power wheeling merupakan dorongan dari pihak-pihak swasta yang berkepentingan dengan dalih transisi energi. Pemerintah dan DPR harusnya lebih jauh melihat risiko besar pada implementasi power wheeling.
Sebab itu, Fahmy mengajak kepada masyarakat untuk terus memantau perkembangan pembahasan power wheeling yang saat ini dibalut dalam RUU Energi Baru dan Energi Terbarukan. "Kabarnya akan dibahas lagi dalam waktu dekat oleh DPR dan pemerintah," tandasnya.
"Dengan power wheeling, penetapan tarif listrik ditentukan oleh demand and supply, pada saat demand tinggi dan supply tetap, tarif listrik pasti akan dinaikkan," jelas Fahmy.
Baca Juga: Revisi Aturan PLTS Atap Disahkan, Tak Bisa Lagi Dijual ke PLN
Fahmy beranggapan, klausul power wheeling merupakan dorongan dari pihak-pihak swasta yang berkepentingan dengan dalih transisi energi. Pemerintah dan DPR harusnya lebih jauh melihat risiko besar pada implementasi power wheeling.
Sebab itu, Fahmy mengajak kepada masyarakat untuk terus memantau perkembangan pembahasan power wheeling yang saat ini dibalut dalam RUU Energi Baru dan Energi Terbarukan. "Kabarnya akan dibahas lagi dalam waktu dekat oleh DPR dan pemerintah," tandasnya.
(nng)
Lihat Juga :