alexametrics

Hindari Valas, Mandiri Syariah Dorong Pembiayaan Pendidikan

loading...
Hindari Valas, Mandiri Syariah Dorong Pembiayaan Pendidikan
Aktivitas di Bank Syariah Mandiri. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menyatakan, terus mendorong pembiayaan di sektor kesehatan dan pendidikan. Keduanya dikembangkan untuk menghindari risiko kurs valas atau mata uang asing.

Direktur Keuangan Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho mengatakan, perseroan memilih kebijakan yang lebih selektif untuk pembiayaan di sektor yang berpengaruh dengan kurs. Selain itu juga harga minyak dan gas.

"Kita di Mandiri Syariah setahun terakhir pengembangan di sektor kesehatan dan pendidikan karena masih tetap tumbuh," ujarnya di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Ade menjelaskan, porsi pembiayaan terkait valas sudah setahun terakhir tidak lebih dari 5% dan kedepannya perseroan juga semakin lebih selektif lagi. Rasio pinjaman bermasalah (non performing finance/NPF) dinilainya harus terus ditekan dengan kebijakan ini.

"Kondisi NPF kita di segmen menengah yang kita sebut segmen komersial dan di segmen ritel, NPF lebih terjaga," katanya.

Khusus NPF di sektor ritel, lanjut dia, lebih terjaga di level gross 1,87%. Sementara porsinya sebesar 60% dari keseluruhan pembiayaan perseroan.

"NPF di segmen ritel dengan komposisi 60% lebih secara total mengalami perbaikan signifikan. Namun di wholesale-nya di angka 6%, tapi jauh menurun dari sebelumnya di 7% karena di segmen menengah terpengaruh kondisi makro," pungkasnya.

Adapun, perbaikan kualitas tercermin dari penurunan NPF nett semula dari 3,12% menjadi 2,51% pada kuartal III/2018. Sementara, NPF gross turun dari 4,69% menjadi 3,65%.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak