alexametrics

Shift Beri Penghargaan bagi Perusahan Excellent

loading...
Shift Beri Penghargaan bagi Perusahan Excellent
Chairman SHIFT Indonesia Ferdinan Hasiholan mengatakan, operational excellence adalah pondasi yang harus dibangun oleh perusahaan dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat seperti sekarang.
A+ A-
JAKARTA - Chairman SHIFT Indonesia Ferdinan Hasiholan mengatakan, operational excellence adalah pondasi yang harus dibangun oleh perusahaan dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat seperti sekarang.

“Hal ini penting untuk memastikan hal-hal seperti safety, quality, cost, delivery, dan mindset,” jelasnya di sela acara Indonesia Operational Excellence Conference and Award 2018, Rabu (7/11/2018).

Menurut Ferdinan, perkembangan teknologi membawa era baru bagi dunia bisnis. Perubahan yang cepat membawa tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha, selain itu kompleksitas yang dihadapi perusahaan juga semakin meningkat. Mengaburkan setiap batasan dan menciptakan ketidakpastian masa depan bisnis.

Untuk bisa bertahan di era seperti ini, perusahaan wajib meningkatkan daya saing melalui perbaikan proses bisnis secara berkelanjutan. SHIFT Indonesia, sebagai satu-satunya media yang menjadi pionir di bidang operational excellence, salah satu misinya adalah mendorong industri di Indonesia untuk dapat lebih mengenal dan lebih bersemangat dalam menjalankan operational excellence di seluruh lini prosesnya.

Karena itu, setiap tahunnya SHIFT Indonesia memberikan award kepada pelaku operational excellence di berbagai industri sebagai apresiasi. “Dalam hal ini, jika kita berbicara menggunakan konteks yang lebih luas, operational excellence di perusahan juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa,” kata Ferdinan.

Tahun ini, SHIFT Indonesia kembali mengadakan konferensi untuk para praktisi operational excellence dari seluruh industri nasional dengan menghadirkan para pembicara yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Antara lain Direktur PTBA Suryo Eko Hadianto, CEO Danain Budiardjo Rustanto, dan Vice President Sime Darby Plantation Berhard Azman Shah Mohamed Noor.

Ketiganya menegaskan bahwa operational transformation dan perbaikan berkelanjutan merupakan hal krusial yang tidak bisa ditawar untuk memperkuat daya saing masing-masing perusahaan. Mereka juga menyampaikan tentang strategi dan peluang perbaikan di industri mining, manufaktur, dan jasa. Ekonom senior Faisal Basri juga hadir untuk memberi memprediksi ekonomi Indonesia untuk tahun 2019.

Konferensi OPEXCON 2018 dimeriahkan pula oleh penganugerahan penghargaan OPEXCON Award sebagai apresiasi bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia, baik swasta maupun BUMN, yang telah melaksanakan inisiatif perbaikan proses bisnis dengan hasil yang paling maksimal dan berkelanjutan (continuous improvement).

Pemenang Award sebelumnya telah mengikuti OPEXCON Project Competition 2018. Terdapat tiga kategori, yaitu Manufaktur, Jasa dan Pelayanan, serta Pertambangan dan Energi. Mereka mengirimkan proyek perbaikan yang telah berhasil dijalankan, yang kemudian diseleksi ketat oleh dewan juri yang beranggotakan Dr. Akhmad Hidayatno, Ketua Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia; Dr. Dion Dewa Barata, SE., MSM, Dekan Fakultas Humaniora dan Bisnis Universitas Pembangunan Jaya; Dra. Hendra Yetty, MSi, Kabid. Litbang Teknologi Industri, Puslitbang Teknologi Industri dan Kekayaan Intelektual Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, dan: Moko Nugroho, ST., MSE, Kasubid.

Selain itu ada Teguh Sujatno, Penerapan Teknologi Industri Kementerian Perindustrian Republik Indonesia; Founder SHIFT Indonesia Riyantono Anwar, Committee OPEXCON 2018, dan Nengah Karta dari SSCX International.

Total entri yang masuk tahun ini berjumlah lebih dari 200 proyek. Semua entri tersebut diseleksi oleh Dewan Juri pada tahap penyisihan awal, kemudian dipilih 70 project terbaik untuk melakukan presentasi di depan dewan juri. Pada sesi presentasi, semua proyek dinilai menggunakan beberapa parameter, yaitu (1) Hasil proyek yang signifikan, (2) Metode yang digunakan dalam menganalisa masalah, (3) Kerjasama tim, (4) Sisi kreatif dari solusi yang diterapkan, (5) Adaptabilitas solusi yang diterapkan. Tiga proyek terbaik dari masing-masing kategori ditetapkan sebagai pemenang yang berhak mendapatkan penghargaan tertinggi “GOLD Achievement”. Total, ada sembilan pemenang.

Kompetisi diselenggarakan dengan tujuan antara lain untuk mengedukasi dan menekankan pentingnya perbaikan proses bisnis (business process improvement) untuk meningkatkan kualitas serta daya saing perusahaan-perusahaan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis.

Setelah melalui proses penjurian yang ketat, SHIFT Indonesia sebagai organizing committe untuk OPEXCON 2018 akhirnya memilih 9 perusahaan dengan kualitas improvement terbaik. Perusahaan yang berhasil meraih penghargaan “Gold Achievement” adalah untuk Kategori Manufaktur diraih PT Sarihusada Generasi Mahardika, PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk, PT Golden Hope Nusantara; sedangkan kategori Mining & Energy diraih PT Bukit Asam Tbk, PT Bukit Makmur Mandiri Utama, PT PJB Unit PJB Academy, dan; Kategori Service peraihnya adalah Bank Mandiri (CTO Group, Jakarta), PT Astra International – Honda, PT Aerofood Indonesia.
(akn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak